News Feed

Sarasehan Nguri-Nguri Budaya, Mengenal Jejak Sejarah 184 tahun Bence

satuwarta.id – Setiap sudut Kota Kediri memiliki nilai historis dan budaya. Seperti wilayah Bence, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Tahun ini genap berusia 184 tahun, wilayah yang juga dikenal dengan nama Bentje itu turut menjadi saksi sejarah perjalanan pembangunan Kota Kediri dari masa ke masa.

Untuk mengenang sekaligus menjaga rekam sejarah Bence, Minggu (30/06/2024) digelar sarasehan bertajuk Bence Ayem Tentrem Bence Bungah Gemegrah bersama masyarakat, pemerintah dan juga sesepuh wilayah Bence, termasuk Kyai Imam Mochtar Ahmad.

Sarasehan berlangsung di balai RW 5 kelurahan Pakunden. Tempat tersebut menyimpan nilai historis tinggi karena pada era tahun 60an merupakan tempat berlokasinya sebuah pasar bernama Pasar Lombok.

Di wilayah Bence terdapat sejumlah bangunan historis seperti Masjid Subulussalam, yang mulai dibangun pada sekitar tahun 1920an.

“Itu punya nilai arti yang luar biasa. Seperti diuraikan oleh Mbah Kyai, kalau ini sangat berkaitan dengan perkembangan Islam. Terutama di kewilayahan kediri bagian selatan.
Ini juga tidak lepas daripada perkembangan di wilayah kabupaten yang berbatasan dengan kota kediri,” ujar Kepala Kelurahan Pakunden Nanang Wahyono. Selain itu juga ada makam Ki Ageng Suronoyo.

Peringatan 184 tahun Bence, turut ditandai dengan buku bertajuk Bentje Dalam Kisaran Sejarah. Buku tersebut, ditambahkan Nanang menjadi salah satu dokumentasi sejarah Bence yang bisa dikenalkan ke generasi penerus.

“Buku Ini sebagai salah satu dokumen untuk mengingat, bisa dibaca, bisa dimengerti, dan bisa dipahami keberadaan Bence ini sendiri,” tambahnya.

Turut hadir dalam sarasehan tersebut, anggota fraksi Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Kota Kediri Choirudin Mustofa. Kegiatan ini sarasehan tersebut, merupakan salah satu hal yang harus dilakukan untuk tetap melestarikan sejarah terutama Kota Kediri kepada generasi penerus.

“Sangat mengapresiasi, terutama tokoh masyarakat Bence yang sudah peduli dengan sejarah Bence. Ini adalah jejak sejarah, yang bisa disampaikan ke anak cucu. Apa yang dilakukan Bence patut dicontoh dan diikuti daerah lain,” tuturnya.

Choirudin Mustofa menuturkan, generasi penerus sangat perlu untuk mengenal sejarah dan mengambil nilai luhur budaya dari sejarah tersebut.”Semoga bisa terus lestari,” pungkasnya.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close