
Kediri – Kinerja APBN Kediri raya pada pertengahan Triwulan III Tahun 2025, secara month to month mengalami ekspansi baik penerimaan maupun belanja.
“Pendapatan baik dari perpajakan maupun PNBP mengalami ekspansi, perpajakan sebesar 13,95% sedangkan PNBP sebesar 12,76%. Secara total sampai dengan akhir Agustus 2025 telah membukukan penerimaan sebesar Rp15,33 triliun, Perpajakan sebesar Rp14,98 Triliun dan PNBP sebesar Rp349,32 miliar,” tutur Kepala KPPN Kediri Moch. Izma Mur Choironi, Selasa, (30/09/2025).
KPP Pratama Kediri yang membawahi wilayah Kota Kediri membukukan penerimaan sebesar Rp168,195 miliar atau 46,14% dari target tahun 2025, ekspansi sebesar 10,01%. Masih didominasi oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor dengan sumbangan sebesar 27,73%, Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 25,93%, serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,67%. Selanjutnya sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial serta Konstruksi masing-masing menyumbang sebesar 6,05% dan 2,75%.
Apabila dilihat per jenis pajak juga mengalami Ekspansi kecuali PPh non Migas tumbuh negatif 4,22%. PPN dan PPn BM ekspansi sebesar 57,55%, serta Pajak Lainnya ekspansi sebesar 74,15%. KPP Pratama Pare dengan wilayah Kab. Kediri dan Kab. Nganjuk membukukan penerimaan sebesar Rp452,39 miliar atau 39,64% dari target tahun 2025, dengan pertumbuhan minus 9,32%.
Sektor paling dominan yakni Industri Pengolahan sebesar 28%, disusul dengan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor yang menyumbang sebesar 25%, serta Administrasi Pemerintahan dan Sumbangan Sosial Wajib sebesar 24%. Sektor Pegawai dan Jasa Keuangan dan Asuransi masing-masing menyumbang sebesar 6% dan 5%.
Pertumbuhan masing-masing jenis pajak juga mengalami kontraksi, sedangkan jenis Pajak Lainnya dikecualikan mengingat di dalamnya terdapat realisasi yang merupakan deposit pajak. KPP Pratama Tulungagung dengan wilayah kerja Kab. Tulungagung dan Kab. Trenggalek dan yang menjadi wilayah kerja KPPN Kediri adalah Kab. Trenggalek, KPP Pratama Tulungagung membukukan penerimaan sebesar Rp364,89 miliar atau 43,75% dari target tahun 2025 (terdiri dari Kab. Tulungagung sebesar Rp294,65 miliar dan Kab. Trenggalek sebesar Rp70,24 miliar).
Lima sektor dominan penyumbang pendapatan bagi KPP Pratama Tulungagung, yakni Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 28,20%, Industri Pengolahan menyumbang sebesar 27,67%, serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor menyumbang sebesar 21,28%. Selanjutnya sektor Pejabat Negara, Pensiunan, Karyawan, Tidak/Belum Bekerja sebesar 3,79% dan terakhir Konstruksi menyumbang sebesar 3,13%.
KPPBC TMC Kediri telah mencapai 54% dari target tahun 2025, dengan rincian Bea Masuk membukukan sebesar Rp2,26 miliar (43%) dan Cukai sebesar Rp14,20 triliun (54%), masing-masing mengalami kontraksi sebesar 33% dan 5%.
Sementara untuk belanja, Belanja Pegawai terserap sebesar Rp844,62 miliar (72%), Belanja Barang sebesar Rp370,83 miliar (61%) dan Belanja Modal sebesar Rp52,42 miliar (25%). Sedangkan Belanja Bantuan Sosial yang dimiliki oleh UIN Syekh Wasil terserap sebesar Rp9,85 miliar (49%).
Belanja Transfer ke Daerah secara month to month tumbuh positif sebesar 16,52%. Dana Bagi Hasil terserap sebesar Rp428,85 miliar (58%), Dana Alokasi Umum sebesar Rp2.822,32 miliar (72%), Dana Alokasi Khusus Fisik sebesar Rp21,24 miliar (33%), Dana Alokasi Khusus non-Fisik sebesar Rp773,74 miliar (63%), sedangkan Insentif Fiskal yang diberikan kepada daerah dengan prestasi kinerja tertentu terserap sebesar Rp34,94 miliar (50,02%), terakhir Dana Desa telah terserap sebesar 92% atau sebesar Rp741,18 miliar.
“APBN Kediri Raya secara umum masih memberikan kinerja keuangan yang baik demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global di tahun 2025,” pungkasnya. tam



