RS Ahmad Dahlan Kota Kediri Tegaskan Tak Pernah Tahan Jenazah Pasien

satuwarta.id – Rumah Sakit Ahmad Dahlan Kota Kediri membantah dengan tegas kabar di sosial media yang menyebutkan rumah sakit tersebut telah menahan jenazah pasien dengan alasan keluarga tidak mampu membayar biaya rumah sakit.
Advokat dan Corporate Lawyer Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah Se-Jawa Timur, termasuk didalamnya Rumah Sakit Ahmad Dahlan Kota Kediri Masbuhin menegaskan kesalahpahaman antara RS dan keluarga pasien sudah tuntas, clear and clean pada hari Minggu (14/11/2021) melalui Lazismu, dan silaturrahim dengan keluarga pasien, bahkan sampai sekarang tetap terbina dengan baik.
” Kesalahpahaman yang sudah selesai dengan keluarga, kenapa ada pihak-pihak diluar keluarga yang tidak berkepentingan untuk terus mempersoalkan kesalahpahaman ini, maka patut kami pertanyakan motifnya, apalagi mengelar aksi damai dengan tujuan yang kami sendiri gagal untuk memahami motif tersebut, ” ujar Masbuhin dalam konferensi pers, Selasa, (23/11/2021).
Masbuhin, yang mewakili rumah sakit mengungkapkan pasien yang dinyatakan meninggal dunia memang butuh proses medis seperti post mortem dan konfirmasi berbagai data administrasi keluarga pasien yang memerlukan waktu.
Sedangkan mengenai pembiayaan diselesaikan memanfaatkan program Corporate Social Rensponsibility (CSR) untuk pasien tidak mampu melalui LAZISMU.
Masbuhin menambahkan ada pihak di luar keluarga yang menerima informasi secara kurang pas, lalu direspon secara reaktif, sehingga seolah- olah Rumah Sakit menahan pasien sampai adanya pengalangan dana untuk diserahkan kepada Rumah Sakit.
Dana itu bisa diambil atau jika tidak akan diberikan kepada pihak lain yang kurang mampu.
” Ini berlebihan sekali, karena itu silahkan pihak lain yang menyerahkan hasil pengalangan dana tersebut mengambil kembali, dan jika ada titipan lain, silahkan diambil, ” ujar Masbuhin lagi.
Dalam kesempatan tersebut, pihak rumah sakit turut menyerahkan santunan kepada keluarga pasien. Nenek pasien, Istiqomah mengatakan dirinya juga tidak mengenal orang-orang yang menggelar aksi membawa nama almarhum cucunya.
” Semua sudah clear. Mohon maaf atas kesalahpahaman, dan terimakasih , ” tuturnya.bby



