News Feed

Respon Positif, Pemkab Kediri Mulai Salurkan Tabung Elpiji Non Subsidi ke Peternak

satuwarta.id – Pemkab Kediri bekerjasama dengan Kadin Kabupaten Kediri serta Pertamina mulai menyalurkan tabung elpiji non subsidi 5,5 kg (bright gas) kepada sektor peternakan.

Hal itu sesuai dengan arahan kebijakan dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, untuk membantu para peternak lepas dari ketergantungan elpiji 3kg subsidi dan memastikan penyaluran elpiji 3kg bisa tepat sasaran. 

Seperti diketahui sebagaimana Surat Edaran Dirjen Migas No. B-2461/MG.05/DJM/2022 sektor restoran, hotel, usaha binatu, usaha batik, usaha tani tembakau, usaha jasa las, usaha peternakan, usaha pertanian (diluar ketentuan Perpres No.38 tahun 2019 dan yang belum dikonversi) dilarang menggunakan elpiji 3kg.

Menggunakan sistem pinjam tabung, penyaluran utamanya dilakukan pada sektor peternakan ayam potong yang akan mulai melakukan pembibitan. Penggunaan terbesar elpiji pada peternakan terjadi pada masa ini, dimana untuk masa 10-14 hari bisa diperlukan sebanyak 60 lebih tabung elpiji 3kg. Kebutuhan itu masih bisa bertambah menyesuaikan pada populasi ayam potong yang dimiliki petani.

Dalam penyaluran pertama, ada 21 tabung elpiji 5,5 kg untuk 3 peternak di kawasan Desa Joho, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. “Mulai terealisasi, khususnya terutama peternak yang check ini doc karena penting mereka butuh pemanas,” tutur plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih, Minggu (13/08/2023).

drh Tutik mengungkapkan dari pendataan awal Ada 230 peternak yang telah mengajukan diri untuk peminjaman tabung non subsidi. Update sendiri terus dilakukan dan tidak menutup kemungkinan angka tersebut masih akan bertambah. Terbaru dari 11 Kecamatan muncul tambahan 160 peternak.

Peternak sendiri, tambah drh Tutik, tidak hanya antusias tapi juga proaktif dalam menindaklanjuti kebijakan tersebut. Tabung elpiji non subsidi dipinjamkan ke peternak agar tidak memberatkan para peternak.

Untuk fokus, akan diutamakan pada peternak kecil dengan populasi ayam potong dalam satu kandang tidak terlalu banyak.

“Sangat mungkin bertambah. Semakin banyak peternak yang responsif akan sangat  positif, kesadaran peternak untuk mulai menyampaikan data itu juga meningkat. Kadin dan Pertamina mendukung sekali, baik pinjam tabung ataupun untuk harga refillnya,” tutur drh Tutik.

Tidak hanya peminjaman tabung, untuk distribusi khusus peternak juga didukung penuh. Tabung gas non subsisi akan langsung dikirim dari agen atau pangkalan kepada peternak, menyesuaikan dengan titik agen atau pangkalan terdekat.

“Ini yang masih akan kami petakan. Misal puncu 10 peternak terdekat mana akan kami komunikasikan. Ini akan menjadi pembelajaran baru bagi peternak kami,”ujarnya lagi.

Sementara itu, Ketua Kadin Kabupaten Kediri David Tompo Wahyudi sebelumnya dalam pertemuan bersama bupati dan Dinas Perdagangan menyebut pihaknya siap membantu meminjamkan tabung non subsidi. “Setelah dihitung-hitung kita memerlukan 3.200 tabung,” tuturnya.

Sementara itu salah satu peternak yang bernama Wuryatin keberadaan elpiji sangat penting dalam pengembangbiakan ayam potong. Sebelumnya Wuryatin sudah menggunakan elpiji non subsidi. Dari pengakuannya, menggunakan elpiji non subsidi membuat ia lebih tenang.

Tidak hanya karena ketersediaan yang selalu aman, distribusi juga mudah karena dikirimkan langsung ke kandangnya. “Tidak usah bingung cari,” tegasnya. tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close