Rangkaian 1 Abad Ponpes Al Falah, Para Santri Nusantara Semangat Ikuti OSN Zona 3 Jabar

satuwarta.id – Dalam rangka memperingati 100 tahun Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri, Cimahi menjadi tuan rumah Olimpiade Santri Nusantara (OSN) Zona 3 Jawa Barat, Sabtu-Ahad (23-24/11/2024)
Kegiatan babak penyisihan ini berlangsung di PPTQ Misbakhunnur Cimahi dan dihadiri oleh ratusan santri dari berbagai daerah. PPTQ Misbahunnur merupakan salah satu lembaga pendidikan tahfidz yang berlokasi di Kota Cimahi, Jawa Barat. Lembaga ini berdiri sejak tahun 2010 dan telah berhasil mencetak ribuan hafidz Al-Qur’an.
OSN menghadirkan sejumlah lomba berbasis kitab kuning dan seni nadhom, termasuk Musabaqoh Qiraatul Kutub dengan materi seperti Ihya Ulumuddin, Shahih Bukhari, Tafsir Jalalain, hingga Fathul Qorib. Tak kalah menarik, Musabaqoh Khifdin Nadhzim menampilkan keindahan hafalan dan kefasihan para santri dalam karya monumental seperti Aqidatul Awam, Alfiyah Ibni Malik, dan Jauhirul Maknun.
Puncak kegiatan ditutup pada Ahad malam dengan pengumuman juara. Para pemenang dari masing-masing cabang lomba diumumkan dalam acara penuh haru dan kebahagiaan. Penutupan ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para santri yang telah berusaha maksimal dalam menunjukkan bakat dan keterampilan mereka.
Kegiatan OSN Zona 3 Jawa Barat ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarpondok pesantren sekaligus menjadi refleksi 100 tahun perjalanan Pondok Pesantren Al Falah yang terus memberikan kontribusi besar dalam pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia.
“Santri yang punya potensi berhasil itu ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama yakni siap mendidik masyarakat dari hal yang terendah hingga tinggi (maksimal). Kedua, mengakui kebodohan dan berjuang memerangi kebodohan. Dan ketiga kelompok Ri’a’ yang tidak punya pendirian/gampang terombang -ambing.Jadi yang pertama dan kedua sebisa mungkin dijalani dan jangan yang ketiga. Kalau dalam bahasa gen Z yakni Fomo. FOMO atau Fear Of Missing Out adalah rasa takut merasa “tertinggal” karena tidak mengikuti aktivitas tertentu,.” kata KH Muhammad Abdurrahman Al Kautsar dalam sambutannya.
Ditambahkan, Gus Kautsar – sapaan akrabnya, berharap dengan digelarnya OSN Zona 3 wilayah Jawa Barat dalam rangka 1 Abad Ponpes Al Falah Ploso ini mampu mempererat hubungan antar pesantren di seluruh nusantara.
Tak berhenti di Cimahi, perjalanan OSN akan berlanjut ke babak final di Pondok Induk Al-Falah Ploso Mojo Kediri pada 10-12 Desember 2024. Acara tersebut juga akan menjadi puncak peringatan 1 abad Pondok Pesantren Al-Falah, yang didirikan oleh KH. Djazuli Utsman pada 1 Januari tahun 1925.
Pondok pesantren yang berlokasi di tepi barat Sungai Brantas ini dikenal sebagai benteng keilmuan Islam yang kokoh, mengusung metode pengajaran Salafiyah yang telah melahirkan ulama-ulama besar di Nusantara.
OSN bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga pengingat akan betapa pentingnya menjaga tradisi ngaji dan khidmah. Dengan semangat ini, diharapkan pesantren terus menjadi sumber inspirasi dan solusi bagi permasalahan bangsa di masa depan.tam



