Pupuk Kebanggan Generasi Muda Kepada Batik Kota Kediri

satuwarta.id – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, selama tiga hari (01-03 Oktober) Pemerintah Kota Kediri, melalui Disperdagin (Dinas Perdagangan dan Industri) menggelar Batik Corner.
Selain sebagai salah satu usaha pemulihan ekonomi, Batik Corner dihadirkan untuk memupuk kebanggaan akan batik kepada generasi muda.
” Batik ini merupakan warisan bangsa Indonesia yang sudah diakui UNESCO. Kita berupaya untuk mengenalkan batik itu ke generasi muda agar mereka juga nanti tidak malu, tidak gengsi untuk memakai kain batik untuk di berbagai acara, ” ujar dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Prihastuti Tintawati, Jumat, (01/10/2021).

Diharapkan nantinya dengan anak anak muda makin kenal dan bangga akan batik, juga akan terdorong untuk menjadikan batik sebagai media kreasi dan nantinya akan memunculkan motif motif batik baru.
” Dengan generasi muda yang biasanya lebih kreatif dan berinovasi, nantinya bisa membantu untuk membuatkan motif-motif batik inovatif dan lebih kreatif lagi, ” ujar Prihastuti Tintawati.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Tanto Wijohari juga menyampaikan acara ini juga sebagai wadah memperkenalkan batik Kota Kediri pada generasi muda.
“Batik merupakan sebagai warisan budaya bangsa, terutama di Kota Kediri juga memiliki ciri khas motif batik tersendiri. Jadi ini dapat mendekatkan generasi muda dengan variasi batik yang ada, dan mereka tidak gengsi untuk pakai batik Kota Kediri,” ujar Tanto.
Batik Corner diikuti tiga asosiasi pengrajin batik yakni Perbantari, Perbakri, Aspekkori yang masing-masing membawahi puluhan pengrajin batik di kota Kediri. Para pengrajin batik ini secara bergantian unjuk karya yang telah dikurasi.
” Kita sampaikan karena harus menerapkan protokol kesehatan dan social distancing, jadi cukup perwakilan saja. Nanti bergiliran, jam buka juga menyesuaikan jam operasional mall, ” tukas Prihastuti Tintawati. bby



