NEWS

Logistik Aman, Ratusan Porsi Makanan Diproduksi Lewat Dapur Umum di Lokasi Bencana Mojo

satuwarta.id – Banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Jumat (16/5/2025), menyebabkan sejumlah bangunan dan akses jalan terdampak cukup parah. Sebagai respon cepat, petugas gabungan mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan pangan bagi warga terdampak dan petugas gabungan di lapangan.

Dapur umum ini berlokasi di Desa Blimbing, Mojo, yang didirikan petugas gabungan dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Palang Merah Indonesia (PMI), sejumlah relawan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kediri Dewi saat meninjau langsung lokasi bencana bersama jajaran lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Rabu (21/5/2025).

Pihaknya menyampaikan, ratusan paket makanan diproduksi dan didistribusikan ke berbagai titik terdampak, termasuk saat ini untuk warga Blimbing dan tim SAR yang masih melakukan pencarian terhadap Mbah Tekat, warga lansia yang dilaporkan hilang.

Distribusi makanan pun dilakukan tiga kali dalam sehari, yakni pukul 06.00 WIB untuk sarapan, pukul 12.00 WIB untuk makan siang, dan pukul 17.00 WIB untuk makan malam.

“Jadi kami pastikan, baik tim SAR maupun warga terdampak tidak akan sampai kelaparan,” ujar Mbak Dewi, sapaannya.

Terkait ketersediaan logistik, dapur umum ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sejumlah komunitas kemanusiaan turut berkontribusi melalui bantuan logistik dan donasi, sehingga kebutuhan dapur umum dapat terdistribusi dengan lancar.

Dengan dukungan berbagai pihak, dapur umum mampu memproduksi ratusan porsi makanan dalam sehari. Mengingat intensitas hujan masih tinggi sehingga warga terdampak masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan secara mandiri.

“Kemarin (untuk kebutuhan warga Pamongan dan Blimbing) sekali masak bisa menghasilkan hingga 230 porsi. Namun mulai hari ini, jumlahnya berkurang menjadi sekitar 100 porsi per sesi,” jelasnya, sembari menyebut saat ini distribusi hanya difokuskan untuk warga Blimbing dan petugas SAR.

Meski begitu, Mbak Dewi menyebutkan bahwa dapur umum direncanakan akan beroperasi hingga Jumat (23/5/2025), bersamaan dengan berakhirnya masa pencarian Mbah Tekat sesuai standar operasional prosedur (SOP) BPBD Kabupaten Kediri.

“Insya Allah dapur umum akan berakhir pada Jumat, karena pencarian (Mbah Tekat) juga dijadwalkan selesai pada hari ketujuh,” ungkapnya.

Tak lupa dalam kunjungannya, Mbak Dewi turut menyampaikan harapannya supaya Mbah Tekat, lansia berusia sekitar 70 tahun yang telah dilaporkan hilang selama hampir sepekan, segera ditemukan.

Sebagai informasi, dalam pencarian yang memasuki hari kelima ini, petugas operasi SAR terus melakukan pencarian dengan menyisir daratan bantaran Sungai Bruni hingga ke Sungai Brantas menggunakan perahu karet.

“Melihat durasi waktu yang sudah cukup lama yang mana menginjak hari ke lima dan kemarin terjadi banjir bandang, kemungkinan Mbah Tekat sudah sampai Sungai Brantas,” kata Kepala BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close