Proses Persiapan Haji di Kabupaten Kediri Dipastikan Berjalan Sesuai Prosedur
satuwarta.id – Menjelang musim haji tahun 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri ingin memastikan seluruh persiapan keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Kediri berjalan sesuai rencana.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri pada Senin (21/4/2025), dengan melibatkan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, Dinas Kesehatan, Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Kediri, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Sulistyo Budi menyampaikan, RDP ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji berjalan sesuai dengan rencana. Pemerintah daerah sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk mendukung penyelenggaraan haji, khususnya digunakan biaya akomodasi.
“Kami ingin memastikan bahwa persiapan haji di Kabupaten Kediri berjalan on the track (sesuai prosedur),” ujarnya.
Seperti disampaikan Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi, bahwa jumlah CJH asal Kabupaten Kediri hingga saat ini mencapai 1.092 orang, dengan jumlah lanjut usia (lansia) di bawah 100 orang.
“Namun, kami masih menunggu hingga 25 April untuk memastikan apakah ada penambahan CJH, mengingat proses pelunasan masih berlangsung,” tambahnya.
Rencananya, para CJH ini akan dilepas secara simbolis oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menuju asrama haji pada 24 April 2025 mendatang.
Diperkirakan, CJH asal Kabupaten Kediri akan masuk asrama haji antara pada gelombang pertama atau kedua. Untuk kepastiannya, pihaknya masih terus menunggu informasi resmi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi haji Surabaya.
Terkait koper, tutur Kholiq, akan dikirim lebih dahulu ke asrama haji di Surabaya. Koper untuk CJH tahap pertama telah mulai dibagikan, terutama bagi jamaah penggabung dan pendamping lansia.
“Untuk koper cadangan, kami masih menunggu kiriman dari Kanwil. Biasanya, koper akan diberi tanda oleh masing-masing jamaah sebelum dibagikan,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khatib, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan dua tahap pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh calon jamaah.
Pemeriksaan tahap pertama dilaksanakan pada Oktober–November 2024, untuk menilai kesiapan fisik jamaah dan menentukan status istitha’ah. Pemeriksaan kedua dilakukan menjelang keberangkatan, sebagai bentuk verifikasi dan penyempurnaan hasil sebelumnya.
“Hasilnya menunjukkan ada delapan jamaah yang belum memenuhi kriteria istitha’ah, umumnya karena kondisi kesehatan berat seperti gagal ginjal kronis, penyakit jantung, atau keterbatasan dalam melakukan aktivitas dasar,” jelas Khatib.
Pihaknya juga memberikan edukasi kepada para CJH agar menjaga kebugaran fisik, tidak memaksakan diri menjelang keberangkatan, serta menjaga pola makan yang sehat selama perjalanan dan di Tanah Suci. Mengingat suhu udara yang tinggi di Arab Saudi, para jamaah juga diimbau untuk menjaga hidrasi dan mengonsumsi makanan bergizi.



