NEWS

Program MBG di Kabupaten Kediri Tetap Berjalan, Ada Perubahan Menu Selama Ramadan

Siswa Mendapat Sajian Menu Tahan Lama hingga Berbuka

satuwarta.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kediri dipastikan tetap berjalan selama Ramadan 2025. Sebagai bentuk penyesuaian, menu yang disajikan mengalami perubahan agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa yang menjalankan ibadah puasa.

Jika sebelumnya makanan disediakan dalam bentuk nasi dan lauk yang langsung dikonsumsi di sekolah, kini menu yang diberikan lebih tahan lama sehingga dapat dibawa pulang dan dikonsumsi hingga waktu berbuka puasa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk menyesuaikan pola makan siswa selama Ramadan.

“Selama Ramadan, makanan dalam Program MBG disajikan dalam bentuk menu yang tahan lama sehingga bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa,” ujar Muhsin.

Pantauan di lapangan, Program MBG edisi Ramadan di SDN Kayen Kidul, Desa/Kecamatan Kayen Kidul, pada Kamis (6/3/2025) telah didistribusikan kepada 196 siswa. Menu yang disediakan bervariasi, terdiri dari roti, pisang, telur, kurma, dan Energen.

Kepala SDN Kayen Kidul, Siti Partiwi, mengapresiasi perubahan menu dalam program MBG selama Ramadan. Menurutnya, variasi menu yang diberikan memungkinkan siswa untuk menyesuaikan konsumsi sesuai kebutuhan mereka.

“Alhamdulillah, siswa merasa senang. Apalagi menunya selalu berganti setiap hari. Ini juga menjadi pengalaman pertama bagi mereka selama Ramadan,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Camat Kayen Kidul, Mashudi, menegaskan bahwa penyaluran MBG berjalan lancar tanpa kendala. Meski jadwal pembelajaran di sekolah mengalami sedikit perubahan selama Ramadan, distribusi MBG tetap dilakukan pada waktu yang sama seperti sebelumnya.

“Jadwal distribusi MBG tetap seperti biasa, tidak ada perubahan,” jelas Mashudi.

Di Kecamatan Kayen Kidul, jumlah penerima manfaat Program MBG saat ini mencapai 3.101 siswa dari 26 lembaga pendidikan. Namun, secara keseluruhan, terdapat sekitar 7.000 siswa di kecamatan tersebut, sehingga masih ada sekitar 4.000 siswa yang belum menerima manfaat program ini.

“Kami belum mendapat informasi apakah akan ada penambahan penerima manfaat tahun ini. Namun, kami berharap jumlahnya bisa bertambah,” pungkasnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close