KESEHATAN

Cegah Penyakit Asam Urat, Sebelum Menyerangmu!

Artikel oleh: Rina Dwi Wulandari

PENGERTIAN


Penyakit asam urat atau gout adalah salah satu jenis radang sendi yang terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat. Kondisi ini dapat terjadi pada sendi dimana pun, seperti di jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan paling sering di jempol kaki. Pada kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urine.

Akan tetapi pada kondisi tertentu, asam urat dapat menumpuk akibat tubuh menghasilkan asam urat dalam jumlah yang berlebihan atau mengalami gangguan dalam membuang kelebihan asam urat. Kondisi ini secara tiba-tiba bisa menyebabkan persendian terasa sakit, bengkak, dan kemerahan.

Adapun kondisi tersebut bisa memengaruhi satu sendi atau beberapa sendi pada satu waktu. Laki-laki lebih rawan terkena penyakit asam urat dibandingkan dengan perempuan, terutama saat usia mereka di atas 30 tahun. Pada perempuan, penyakit ini biasanya berisiko timbul setelah menopause.


Penyebab dan Gejala Penyakit Asam Urat


Penyakit asam urat disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat pada sendi. Kondisi ini bisa terjadi akibat tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau fungsi ginjal dalam membuang asam urat tidak bekerja dengan baik, sehingga membuat kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi.

Seseorang yang suka mengonsumsi makanan yang menyebabkan peningkatan asam urat  (contohnya jeroan, hidangan laut, daging merah) dan seseorang yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol akan berisiko tinggi terkena penyakit asam urat. Selain itu, penyakit ini juga rawan dialami oleh orang-orang yang menderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronik.


Gejala asam urat dapat memengaruhi sendi manapun di tubuh Anda, namun seringkali keluhan pertama kali muncul pada jari-jari kaki dan tangan. Pergelangan kaki dan tangan, lutut, serta siku juga merupakan bagian sendi yang umum terserang penyakit asam urat.

Gejala yang umum dijumpai, antara lain:


Nyeri hebat dan kaku di persendian
Serangan nyeri cenderung terjadi secara tiba-tiba, seringkali pada malam hari. Puncak nyeri terjadi dalam 4 hingga 12 jam setelah timbulnya nyeri pertama kali. Serangan selanjutnya cenderung bertahan lebih lama dan mempengaruhi lebih banyak sendi.

Bengkak dan kemerahan pada persendian
Sendi atau persendian menjadi bengkak, hangat, dan merah.

Kesulitan menggerakkan sendi
Saat penyakit asam urat semakin berkembang, Anda mungkin tidak dapat menggerakkan persendian secara normal.


Komplikasi Penyakit Asam Urat


Penderita penyakit asam urat dapat mengalami komplikasi atau kondisi yang lebih parah, seperti:


Terbentuknya tophi gout
Gout yang tidak diobati dapat menyebabkan penumpukan kristal urat di bawah kulit yang disebut tophi. Benjolan tophi dapat berkembang di beberapa area seperti jari, tangan, kaki, siku, atau di sepanjang bagian belakang pergelangan kaki. Tophi dapat memperburuk nyeri sendi dan lama kelamaan akan merusak sendi.


Batu ginjal
Kristal urat dapat menumpuk di saluran kemih dan menyebabkan batu ginjal.


Cara Pencegahan
Pola hidup sehat dengan diet seimbang direkomendasikan untuk mencegah penyakit asam urat, seperti:
Konsumsi cukup cairan. Dengan minum air >2 liter per hari. Kemudian usahakan tubuh selalu terhidrasi dengan baik. Keadaan dehidrasi dapat memicu terjadinya serangan gout.
Batasi konsumsi minuman manis terutama yang mengandung gula dan pemanis buatan
Hindari konsumsi alkohol. Bukti terbaru menunjukkan bahwa bir kemungkinan besar meningkatkan risiko penyakit asam urat, terutama pada pria.
Batasi konsumsi makanan tinggi purin dan lemak
Jaga berat badan ideal. Faktanya, menurunkan berat badan dapat menurunkan kadar asam urat dalam tubuh Anda.
Berolahraga / latihan fisik secara rutin 3-5 kali seminggu selama 30-60 menit.
Pengobatan Asam Urat
jenis pengobatan sesuai pada beberapa faktor, seperti usia, fungsi ginjal, adanya penyakit penyerta, dan pengobatan lain yang sedang Anda jalani.


Obat-obatan saat terjadi serangan asam urat (gout akut)
Antiinflamasi Non-Steroid (AINS) merupakan obat yang sering digunakan untuk meredakan nyeri dan bengkak pada saat serangan akut. Selalu konsultasikan pada dokter atau apoteker sebelum memulai obat ini, khususnya bila Anda memiliki penyakit ginjal, jantung, diabetes, dan hipertensi, serta riwayat tukak/perdarahan lambung.
Contoh: Ibuprofen, Natrium Diklofenak, Meloxicam
Efek samping: nyeri dan perdarahan lambung
Colchicine merupakan obat antiinflamasi untuk mengatasi serangan gout. Obat ini merupakan pilihan pada pasien yang memiliki gangguan fungsi ginjal sehingga tidak dapat menerima AINS.
Efek samping: mual, muntah, diare
Kortikosteroid merupakan obat per oral (sistemik) atau dengan penyuntikan pada sendi yang mengalami peradangan untuk mempercepat penyembuhan (intraartikular). Apabila pasien yang tidak dapat menggunakan obat golongan AINS atau Colchine, pada umumnya akan menggunakan kortikosteroid.
Contoh: Prednison, Dexamethasone, Methylprednisolone.
Efek samping: udem, peningkatan kadar gula darah.
Obat-obatan untuk menurunkan kadar asam urat darah
Indikasi memulai terapi penurun asam urat pada pasien gout adalah pasien dengan serangan gout ≥2 kali serangan per tahun, adanya ≥1 tophi, dan pasien serangan gout pertama kali dengan kadar asam urat serum >9 mg/dl, gagal ginjal kronik stadium ≥3, atau urolithiasis (batu saluran kemih). Penggunaan obat penurun asam urat akan mengurangi frekuensi serangan asam urat dan seiring waktu mengurangi pembentukan tophi. Selain itu juga akan mengurangi risiko kerusakan sendi. Penggunaan atau pemberian obat penurun asam urat sebaiknya tidak pada saat terjadi serangan akut.
Penghambat Enzim Xanthine Oxidase (Xanthine Oxidase Inhibitors/XOIs).
Obat ini bekerja dengan menghambat produksi asam urat dalam tubuh.
Contoh: Allopurinol dan Febuxostat
Efek samping: ruam kulit, mual.
Urikosurik
Obat ini bekerja dengan meningkatkan pembuangan asam urat dengan cara meningkatkan kemampuan ginjal membuang asam urat dari tubuh. Karena obat bekerja melalui pembuangan urin, kadar asam urat dalam urin mungkin akan meningkat.
Contoh: Probenecid
Efek samping: ruam kulit, nyeri perut, dan batu ginjal.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close