NEWSWISATA

11 Tahun Usai Meletus, Gunung Kelud Tetap Jadi Destinasi Utama Wisatawan

satuwarta.id – Tepat pada 14 Februari 2014 silam, Gunung Kelud mengalami erupsi yang cukup dahsyat. Dampak erupsi Gunung Kelud saat itu terasa sampai sejumlah daerah di luar Kabupaten Kediri. Dampak dari erupsi, di sisi lain, menciptakan perubahan bentuk pada landscape Gunung Kelud yang menjadi daya tarik keindahan alam.

Salah satunya adalah munculnya danau kawah dengan air yang tampak berwarna hijau. Selain itu juga terdapat terowongan Ampera yang memiliki nilai historis tinggi karena merupakan bentuk mitigasi bencana terkait Gunung Kelud yang dibangun pemerintah kolonial Belanda. Juga ada tebing sumbing, yang menjadi salah satu spot olahraga panjat tebing serta spot foto favorit para wisatawan yang berkunjung ke Gunung Kelud.

Keunikan tersebut menjadikan Gunung Kelud menjadi salah satu destinasi wisata alam paling diminati di Kabupaten Kediri. Gunung dengan ketinggian 1.731 Meter Di Atas Laut (MDPL) ini mengalami peningkatan kunjungan wisatawan setiap tahunnya. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Adi Suwignyo melalui Kepala Bidang Pengembangan Wisata Sabila Rosad pada Jumat (14/2/2025).

“Setelah meletus, setiap tahun itu ada peningkatan kunjungan wisatawan. Puncaknya di tahun 2019,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kunjungan wisatawan di Gunung Kelud pada tahun 2019 mencapai 319.003 pengunjung. Sebab, pada tahun itu akses menuju kawah Kelud telah selesai dibangun sehingga wisatawan diizinkan untuk menyaksikan kawah secara langsung.

Setelah itu, kunjungan wisatawan Kelud mengalami penurunan akibat adanya pandemi Covid-19. Dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada saat itu, wisata Kelud hanya mendapat 129.551 kunjungan pada 2020 dan 86.241 kunjungan pada 2021.

Seiring imbauan PPKM tak diberlakukan, kunjungan wisata Gunung Kelud di Kabupaten Kediri kembali mengalami peningkatan, yang mana terdapat 129.703 wisatawan pada 2022, 150.925 wisatawan pada 2023, dan 152.922 wisatawan pada 2024.

“Setiap tahun ada peningkatan kunjungan, karena Gunung Kelud ini merupakan objek wisata unggulan Kabupaten Kediri,” terangnya.

Rosad mengungkapkan, selain karena rasa penasaran dengan kawah Kelud, peningkatan jumlah wisatawan ini disebabkan telah berkembangnya sarana dan prasarana di kawasan Gunung Kelud, termasuk akses menuju kawah menggunakan ojek sewaan dan warung-warung makan berjejeran di batas parkiran terakhir.

Meski pengembangan hanya difokuskan di Pos I, Rosad menyebut jika hal itu menyesuaikan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) tentang zona aman pada radius diatas 3 km.

“Karena sejak meletus 2014 ada batasan-batasan membangun sarana dan prasarana yang sifatnya permanen,” jelasnya.

Selain itu, peningkatan kunjungan wisatawan tersebut juga disebabkan adanya zona agro wisata di kawasan Gunung Kelud, termasuk Taman Agro Margo Mulyo, Villa Glamping Lembah Kelud, Kampung Anggrek, dan Kampung Durian.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close