OLAHRAGA

Persedikab Selangkah Lagi Pastikan Lolos 32 Besar

satuwarta.id – Persedikab Kabupaten Kediri menuai hasil imbang melawan Adhyaksa Farmel FC dalam laga ke-3 di Grup O Babak 80 besar Liga 3 2023/2024. Pelatih Persedikab Muslim Habibi mengapresiasi para pemain yang tampil bagus dan berhasil meredam serangan lawan.

Hal itu disampaikan saat press conference usai pertandingan Persedikab melawan Adhyaksa Farmel FC di Stadion Canda Bhirawa, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (4/5/2024).

“Pertandingan ketiga ini berat. Lawan kita sudah recovery tiga hari. Kita bermain yang ketiga kali. Saya apresiasi terhadap pemain bagaimana taktikal yang kita pakai lawan Farmel bagus dan berhasil,” kata Muslim Habibi.

Kendati meraih hasil imbang, Habibi menerangkan hasil tersebut menjadi modal penting untuk melangkah ke babak selanjutnya. Pasalnya, tim berjuluk Bledug Kelud itu melakoni laga yang cukup berat yakni melawan tim yang dihuni pemain berpengalaman.

Melihat situasi tersebut, Habibi memasang strategi bertahan sebagai alternatif dalam sepak bola modern. Terlihat, sebanyak lima bek dipasang saat Persedikab mendapat tekanan dan berubah menjadi empat bek ketika menyerang.

Diakui, Persedikab yang beroptimis meraih hasil positif, strategi tersebut dianggap berhasil oleh sang nahkoda Muslim Habibi. Meski secara penguasaan bola masih terlampau jauh, namun secara praktek strategi telah sesuai dengan yang diharapkan oleh Habibi.

“Saya rasa berhasil, kita punya peluang kita bisa mencetak gol. Walaupun Penguasaan bola kita kalah, namun secara taktik kita pakai seperti itu agar kita bisa memanfaatkan peluang di depan,” terangnya.

Menurutnya, strategi selama pertandingan dengan memanfaatkan serangan balik tersebut sebagai opsi ketika tim tak banyak mempunyai ruang untuk melakukan penguasaan bola. Mengingat Adhyaksa Farmel FC memasang strategi dengan presure yang tinggi hingga ke jantung pertahanan Bledug Kelud.

“Babak kedua kita sebenarnya tidak merubah taktikal tapi bagaimana sepakbola efisiensi, efektif dalam menyerang. Kita tidak banyak melakukan posession tapi menyerang secara vertikal. Kita tidak banyak horizontal posession,” jelasnya.

Sepanjang pertandingan kedua tim tampil disiplin baik menyerang maupun bertahan. Adhyaksa yang menerapkan strategi menyerang sejak awal babak memberi tekanan terhadap lini pertahanan lawan. Lini tengah yang dihuni pemain senior berpengalaman Egy Melgiansyah menjadikan kombinasi kaki ke kaki lebih terstruktur.

Sedangkan Persedikab, melihat pressing tinggi dari tim lawan membuat Muslim Habibi harus menerapkan strategi bertahan. Hal itu terlihat saat Don Bosco dan kawan-kawan menumpuk di area pertahanan untuk mengantisipasi gempuran bertubi-tubi.

Kendati tak ada peluang yang membahayakan gawang, intensitas permainan juga cukup tinggi. Sejumlah pelanggaran terjadi di lini tengah lapangan, sebanyak dua kartu kuning di keluarkan oleh wasit di paruh pertama. Babak pertama pun ditutup dengan skor kacamata, Adhyaksa 0-0 Persedikab.

Babak kedua dimulai, Persedikab kali ini tampil lebih keluar dari tekanan. Terutama dalam sisi menyerang, sejumlah pemain menusuk ke pertahanan lawan. Di menit 52’ upaya serangan menuai hasil. Memanfaatkan crossing dari Eka Sama Adi, Rio Dwi Bangun Samudra berhasil membuka keunggulan. Skor berubah menjadi 0-1.

Tak berselang lama, Adhyaksa Farmel mendapat hadiah titik putih penalti usai bola mengenai tangan Don Bosco. Menit 56’ Pemain Adhyaksa Dedi Hartono sang eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Skor kembali sama kuat 1-1 sementara.

Pasca gol dilesatkan oleh masing-masing kubu, intensitas permainan semakin meningkat. Ritme pertandingan pun juga dikuasai oleh kedua kubu. Persedikab yang mencoba menciptakan peluang masih menemui kebuntuan. Sedangkan Adhyaksa Farmel juga terus melakukan tekanan.

Melihat kebuntuan tersenut, Muslim Habibi merotasi pemain dengan memasukkan Wigi Pratama, Fahmi Arizi, Nur Miftah Nasikin menggantikan Rian Hidayat, Ghifari Vaiz, Muhammad Fahrul Rizqy Abidin.

Namun upaya pergantian tersebut tak mengubah keadaan. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda selesainya pertandingan, keadaan tak berubah. Skor akhir sama kuat 1-1 untuk kedua tim.

Melalui hasil pertandingan tersebut, Persedikab ini kokoh berada di puncak klasemen Grup O dengan torehan 7 poin dan menyisakan 1 pertandingan melawan PSIK Klaten. Torehan tersebut Bledug Kelud memiliki peluang besar untuk melaju ke babak berikutnya yakni 32 besar.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close