Penyaluran Tuntas, Total 4028 Warga Kota Kediri Terima Banmod Tahap 2

satuwarta.id – Penyaluran bantuan modal (Banmod) Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri tahap dua memasuki hari keempat atau hari terakhir, Jumat (01/12/2023).
Pada hari terakhir ini, 772 warga kota Kediri menerima bantuan modal yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut , Jumat, (01/12/2023).
Ratusan warga tersebut berasal dari Kelurahan Semampir 87 orang , Banjaran 130 orang, Dandangan 142 orang , Kaliombo 105 orang, Ngadirejo 91 orang , Kemasan 24 orang , Pakelan 6 orang, Setono gedong 4 orang, Manisrenggo 37 orang , dan Ngronggo 146 orang.
Penyaluran ini sendiri sudah berlangsung senin lalu. Dalam tahap 2 ini terdapat 4028 orang penerima penyaluran bantuan modal.
“Pemberian bantuan modal dengan nominal yang sama, sebesar Rp. 2, 4 juta dari dana DBHCHT tahun 2023 dengan tujuan menambah modal terhadap pelaku UMKM serta mendorong mereka untuk lebih berkembang usahanya,” tutur Kepala Disperdagin Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani.
Mereka yang menerima, ditambahkan Wahyu, telah melalui proses seleksi. Beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain, sudah memiliki usaha sebelumnya, bukan rintisan usaha baru namun, sudah berjalan minimal 1 tahun atau 2 tahun ada usaha.
Untuk persyaratan penyaluran, penerima banmod sendiri harus membawa KTP, surat pernyataan dan RAB yang sudah diisi dan di foto cop “Setelah nama-nama yang muncul dan kita tetapkan lalu mereka harus membuat RAB, sesuai dari anggaran tersebut, ” ujarnya lagi.
Kabid Perindustrian Disperindag kota Kediri Lilin Nuryani mengungkapkan penerima bantuan modal diharapkan menggunakan bantuan modal sesuai dengan RAB.
Para penerima sendiri didominasi wirausaha perdagangan dan industri kecil. “Penggunaan bantuan modal harus sesuai RAB dan alur perputaran dan pencatatan Jurnal Kas harus dilaksanakan,”pungkasnya.
Para penerima bantuan modal, nantinya akan diseleksi kembali untuk mencari mana yang berpotensi untuk dikembangkan dengan ikut pelatihan di Dinkop UMTK Kota Kediri, sesuai dengan klasifikasi usaha mereka. tam



