News Feed

Penjualan Tiket Lebaran Terus Meningkat, KAI Daop 7 Siap Layani Lonjakan Pemudik

satuwarta.id – Pemudik di wilayah Kediri Raya dipastikan dapat melakukan perjalanan mudik dengan kereta api tanpa kekhawatiran. PT KAI DAOP 7 Madiun memastikan adanya penambahan jumlah perjalanan kereta yang akan melintas di Stasiun Kediri selama masa angkutan Lebaran.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan tambahan layanan tersebut mencakup dua rangkaian KA Brantas untuk keberangkatan awal dari Daop 7 serta dua rangkaian KA Gajayana yang melintasi wilayah Kediri.

“Secara total di wilayah DAOP 7 kurang lebih ada 62 perjalanan kereta api. Sedangkan untuk di wilayah Kediri sendiri itu ada 26 perjalanan kereta api baik dari arah barat maupun dari arah timur,” ungkapnya, Kamis, (12/02/2026).

Dari sisi penjualan tiket, sejak pemesanan dibuka pada akhir Januari lalu, okupansi angkutan Lebaran di wilayah DAOP 7 Madiun terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Kamis ini, sebanyak 47 ribu tiket untuk keberangkatan dari wilayah DAOP 7 Madiun telah terjual. Sementara itu, jumlah penumpang yang telah melakukan reservasi untuk kedatangan mencapai sekitar 62 ribu orang.

“Untuk harga tiket masa angkutan lebaran kita tidak ada perubahan artinya tetap mengacu pada tarif batas atas dan juga tarif batas bawah. Semakin dini masyarakat melakukan pemesanan tiket maka akan lebih besar untuk mendapatkan tiket yang lebih murah,” tegasnya.

Terkait aspek keselamatan perjalanan, terutama karena periode angkutan Lebaran bertepatan dengan musim hujan, Tohari menyebut pihaknya telah melakukan langkah mitigasi di sejumlah titik yang memerlukan pemantauan khusus di wilayah DAOP 7 Madiun, mulai dari Stasiun Walikukun hingga Stasiun Blitar serta Stasiun Jombang.

Sebagai upaya mitigasi risiko, KAI Daop 7 Madiun menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di 15 stasiun yang tersebar dari Stasiun Walikukun sampai Stasiun Blitar. Selain itu, disiapkan pula lokomotif posko dan armada cadangan guna mempercepat penanganan kondisi darurat, serta pengawasan ekstra selama 24 jam di jalur-jalur yang membutuhkan perhatian khusus.

“Tentunya dalam musim penghujan ini kami juga siapkan petugas-petugas ekstra. Terutama di daerah pantauan khusus tadi, petugas secara seperti PJL, terus ada pemeriksa jalur, itu kita akan tambahkan petugas di jam-jam tertentu. Tidak ada waktu-waktu yang kosong,” ungkapnya. tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close