Penerimaan Pajak Ini Tegaskan Posisi Kota Kediri Sebagai Kota Jasa
satuwarta.id – Kota Kediri meneguhkan komitmennya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui tagline Service City (Kota Jasa). Posisi Kota Kediri sebagai Kota Jasa, dikuatkan dengan proporsi penerimaan negara yang didapat KPP Pratama Kediri.
Pengampu pajak di wilayah Kota Kediri tersebut membukukan penerimaan sebesar Rp234,68 miliar dari target Rp433,23 miliar atau sebesar 54,17 persen, tumbuh positif sebesar 27,93 persen pada penutup semester pertama 2024.
Nilai ini didominasi oleh sektor Jasa Keuangan dan Asuransi menyumbang sebesar 34,16 persen sektor Perdagangan Besar, Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor menyumbang sebesar 20,42 persen, sedangkan sektor Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib menyumbang sebesar 14,88 persen.
Sektor Transportasi dan Pergudangan dengan posisi empat besar, menyumbang nilai sebesar 5,79 persen serta Industri Pengolahan menyumbang sebesar 3,67 persen. “Kondisi ini meneguhkan Kediri sebagai kota jasa,” ujar Kepala KPPN Kediri Moch Izma Nur Choironi, Selasa (30/07/2024).
Sementara itu, pada APBN Semester I 2024 wilayah Kediri Raya masih terjaga dengan baik, meski penerimaan tumbuh negatif sebesar 27,75 persen, namun masih terdapat surplus sebesar Rp8.226,36 miliar dari nilai belanja sebesar Rp4.753,62 miliar yang tumbuh positif sebesar 15,27 persen.
Penerimaan di wilayah Kediri Raya sampai dengan akhir Semester I 2024 mencatatkan nilai sebesaar Rp12.979,98 miliar tumbuh negatif sebesar 27,75 persen dibanding periode yang sama tahun yang lalu. Penerimaan didominasi oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp12.722,2 miliar, sedangkan PNBP menyumbang sebesar Rp257,78 miliar.
Sedangkan untuk belanja APBN wilayah Kediri Raya menunjukkan catatan pertumbuhan positif bila disandingkan dengan periode yang sama tahun anggaran sebelumnya, telah terealisasi sebesar 53 persen di atas rata-rata nasional.
Belanja Pemerintah Pusat yang dilaksanakan oleh satuan kerja K/L wilayah Kediri Raya telah merealisasikan sebesar Rp1.201,67 miliar dari pagu sebesar Rp2.216,49 miliar atau sebesar 54 persen sedangan belanja Transfer ke Daerah telah tersalurkan sebesar Rp3.551,95 miliar dari pagu sebesar Rp6.813,37 miliar atau sebesar 52 persen.
“Belanja Pemerintah Pusat terdiri dari Belanja Pegawai realisasi sebesar Rp6411,11 miliar atau 58 persen sebagai penyumbang tertinggi realisasi,” tambahnya.
Dari sisi wilayah, Kab. Kediri dengan luas wilayah terbesar menyerap dana sebesar Rp1.494,85 miliar, disusul Kab. Nganjuk dengan serapan sebesar Rp1.366,87 miliar dan Kab. Trenggalek menyerap sebesar Rp967,08 miliar, serta Kota Kediri sebesar Rp924,81 miliar.tam



