NEWS

Pemkab Kediri Siapkan Anggaran Rp1,5 Miliar untuk 50 Ribu Dosis Vaksin PMK

satuwarta.id – Mengatasi merebahnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pemerintah Kabupaten Kediri tengah menyiapkan 50.000 dosis vaksin PMK. Puluhan ribu dosis vaksin ini rencananya dianggarkan mencapai Rp1,5 miliar.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, pengadaan dosis vaksinasi itu sebagai upaya mencegah penyebaran kasus PMK yang terjadi pada hewan ternak sapi di Kabupaten Kediri.

Kebutuhan dosis vaksin tersebut diakui tetap menyesuaikan kondisi yang terjadi terutama memberikan terhadap hewan ternak yang terjangkit dan belum tervaksin. Pasalnya, capaian vaksinasi baik itu dosis 1,2 maupun 3, yang dilakukan di Kabupaten Kediri telah mencapai 85-90 persen. Sedangkan, berdasarkan data, sapi yang terjangkit PMK kali ini kebanyakan belum tervaksin.

“Terkait dengan penganggaran kita juga melihat prioritas. Tapi sementara kita akan mengalokasikan 50 ribu dosis vaksin dengan anggaran kurang lebih Rp1,5 miliar,” kata Tutik, usai rapat koordinasi gugus tugas PMK bersama jajaran Forkopimda dan kepala OPD di Kantor Pemkab Kediri, Rabu (8/1/2025).

Hal itu juga diakui Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kediri Erfin Fathoni. Pihaknya menyebut, terkait alokasi anggaran dosis vaksin akan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam mengentaskan kasus PMK.

“Kami tetap menyesuaikan kebutuhan teman-teman DKPP. Nggak ada batasan, karena ini keperluan mendesak dan memang dibutuhkan,” ungkap Erfin.

Di sisi lain, Lanjut Tutik, untuk mensukseskan vaksinasi PMK, pemerintah daerah berencana melakukan penutupan sementara pasar hewan mulai 13-25 Januari 2025. Sebelum itu, selama beberapa hari ke depan akan terus dilakukan monitoring penyebaran PMK termasuk melakukan sosialisasi kepada pedagang dan peternak.

“Harapannya dengan penutupan pasar hewan, nanti menjelang Idul Fitri dan Idul Adha (hewan ternak sapi) sehat semua,” tambahnya.

Selain itu, Tutik juga memberikan imbauan kepada peternak untuk bersedia melakukan kerja sama, termasuk sesegera mungkin melaporkan terhadap pihak terkait bilamana ditemukan hewan ternaknya terindikasi PMK.

“Kecepatan pelaporan ini penting sekali, karena begitu ada laporan kita pastikan petugas segera menangani sehingga proses penyembuhannya lebih cepat,” pungkasnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close