Pemkab Kediri Salurkan Ribuan Ton Pupuk Subsidi, Kuota Bertambah di 2024

satuwarta.id – Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan bagi warganya. Kali ini mengalokasi ribuan ton pupuk subsidi terhadap petani untuk menunjang kebutuhan berbagai komoditas pertanian dan perkebunan di Kabupaten Kediri.
Sebagaimana data Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) pada tahun 2024, pupuk subsidi berjenis Urea dialokasikan sebanyak 21.175 ton serta alokasi baru sebesar 36.207 ton Sehingga keseluruhan dalam satu tahun berjumlah 57.382 ton. Sedangkan pada tahun 2023, pupuk subsidi Urea diberikan mencapai 44.367 ton.
Kemudian, pupuk subsidi berjenis NPK disalurkan sebanyak 19.042 ton serta alokasi baru 40.698 ton di Bulan April 2024. Sehingga ada sekitar 59.740 ton yang didistribusikan di tahun 2024. Sedangkan tahun 2023, pupuk NPK hanya diberikan 17.084 ton.
Selain itu, kabupaten dengan mayoritas wilayah agraris ini juga mendapat alokasi pupuk subsidi NPK Formula berjumlah 8.000 ton dan pupuk organik sebesar 6.730 ton di tahun 2024. Sedangkan di tahun 2023 tidak mendapat alokasi kedua pupuk tersebut.
Melihat kenaikan signifikan pupuk subsidi yang dialokasikan oleh pemerintah, namun pada kenyataannya besaran tersebut masih belum bisa memenuhi permintaan petani selama ini. Seperti yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).
Menyikapi hal itu, Pengawas Alat Mesin Pertanian Dispertabun Kabupaten Kediri Slamet menyampaikan, adanya alokasi tambahan dikarenakan untuk mengatasi keluhan petani akibat kekurangan pupuk subsidi.
“Jadi seperti musim ini masih banyak membutuhkan tambahan. Kalau dibandingkan dari tahun 2023 secara keseluruhan naik semua, kecuali yang Pupuk Urea,” kata Slamet, Kamis (16/5/2024).
Kendati mengalokasikan ribuan ton, Slamet menyebut jika kebutuhan pupuk petani juga cukup besar. Sehingga rata-rata petani hanya mendapat setengahnya dari seluruh kebutuhan pupuk setiap tahun. Hal itu terlihat jumlah pengajuan pupuk subsidi para petani melalui e-RDKK.
“Namun kalau dilihat dari pengajuan para petani melalui e-RDKK itu memang masih kurang,” ungkapnya.
Terlepas dari alokasi pupuk, Pemerintah Kabupaten Kediri juga terus mendorong para petani untuk menerapkan pelatihan yang diberikan melalui Program Desa Inovasi Tani Organik (DITO). Program yang digagas sejak tahun 2021 itu dikenalkan dengan cara pembuatan lahan percontohan.
Melalui inovasi itu para petani dapat melihat sendiri hasil dari penggunaan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk kimia terhadap pertumbuhan tanaman. Terlebih selama ini juga dilakukan penyuluhan pembuatan pupuk organik dan pestisida hayati kepada kelompok tani di setiap desa Kabupaten Kediri.
“Diharapkan dengan pelatihan Program DITO ketergantungan terhadap pupuk subsidi dan kimia menjadi berkurang. Karena pengaruh program DITO ini bisa menekan, para petani sudah mulai bisa menginovasi sendiri mulai membuat pupuk organik,” jelasnya.
Adapun di Kabupaten Kediri terdapat 9 komoditas dari 3 kategori yang diunggulkan. Pertama, kategori tanaman pangan yaitu padi, jagung, kedelai. Kedua, kategori hortikultura meliputi cabai, bawang merah, bawang putih. Ketiga, kategori perkebunan antara lain tebu rakyat, kakao, kopi.ind



