Pemkab Kediri Pastikan Pemindahan Sekolah Adit ke SMPN 1 Plosoklaten Tanpa Hambatan

satuwarta.id – Sebagai bentuk kepedulian Aditya Daiva Ardhani (13) yang putus sekolah karena merawat orang tua, Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan fasilitas untuk melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Seperti diketahui, Adit merupakan pelajar kelas 7 di SMPN 2 Blitar. Karena kedua orang tuanya, Samini (39) dan Priyanto (48) mengalami sakit stroke sehingga Adit harus terpaksa berhenti sekolah.
Sebelumnya, keluarga Adit berdomisili di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Namun, karena masa kontrak rumah sudah habis, Adit bersama keluarganya memutuskan untuk pindah menempati rumah warisan sang ibu di Dusun Kuningan, Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Melihat perjuangan Adit dalam kondisi itu, banyak bantuan datang silih berganti. Salah satunya Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang membangkitkan semangat kepada Adit. Terutama dalam melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
“Saya pingin kamu terus sekolah. Kamu mau kuliah kan, saya akan bantu kamu,” ujar Mas Dhito, sembari Adit menyambut antusias tawaran tersebut.
Di sisi lain, bupati muda berusia 31 tahun ini juga telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri untuk membantu seluruh proses kepindahan sekolah Adit dari SMPN 2 Blitar ke SMP terdekat dengan jarak rumahnya, yaitu SMPN 1 Plosoklaten.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menuturkan, keputusan pemindahan ke SMPN 1 Plosoklaten tersebut lantaran jarak rumah Adit dengan lokasi sekolah hanya terpaut sekitar 7 km. Proses pemindahan administrasi pun tengah berjalan, ditandai komunikasi dengan SMPN 2 Blitar.
“Kami sudah komunikasi dengan SMPN 2 Blitar. Sudah saling kirim data, sudah mengeluarkan SK pernyataan dan rekomendasi penerimaan Adit di SMPN 1 Plosoklaten,” tanggapnya, Selasa (21/5/2024).
Terlebih, proses pemindahan Adit ke SMPN 1 Plosoklaten itu bersamaan dengan memasuki sesi ujian akhir semester. Namun melihat kondisinya yang masih berhalangan untuk datang ke sekolah, Adit dipersilakan untuk mengikuti ujian secara online.
“Adit dipersilakan mengikuti ulangan secara online. Kita sudah sampaikan kepada SMPN 1 Plosoklaten untuk menyiapkan perangkat yang dibutuhkan Adit dalam mengikuti ulangan,” ungkapnya.
Sejalan dengan perkembangan menjadi siswa baru, Muhsin berencana akan menginstruksikan Guru BK SMPN 1 Ploklaten supaya memberikan pendampingan, motivasi, dan pemahaman bagi Adit terkait lingkungan sekolah maupun latar belakang keluarganya.ind



