PENDIDIKAN

Lestarikan Warisan Budaya Lewat Lomba Permainan Tradisional Khusus Pelajar

satuwarta.id – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar lomba permainan tradisional, untuk mengenalkan warisan budaya kepada siswa SMP se-Kabupaten Kediri.

Berlangsung di Sumber Kembangan Paron, Kecamatan Ngasem pada Selasa (11/6/2024), lomba permainan tradisional tersebut diikuti ratusan pelajar, dimana ada tiga kategori lomba meliputi lomba terompah, egrang, dan dagongan.

Kepala Dinas Pendidikan Mokhamat Muhsin melalui Sub Koordinator Seksi Pemuda dan Olahraga Tri Setyo Nugroho mengatakan, gelaran lomba permainan tradisional menjadi salah satu langkah untuk mencegah permainan tradisional hilang atau punah.

“Olahraga tradisional merupakan peninggalan nenek moyang dulu. Kalau dibiarkan lama-lama kan punah, akhirnya timbul untuk menggiatkan lagi,” kata pria yang akrab disapa Tri.

Perhelatan lomba ini juga menjadi persiapan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menyaring tim terbaik untuk mewakili lomba permainan tradisional di tingkat Provinsi Jawa Timur mendatang. Sebelumnya Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana juga telah berpesan untuk menggiatkan kegiatan olahraga di kalangan pelajar dan generasi muda.

“Baik olahraga prestasi, olahraga yang sifatnya hiburan, juga melestarikan olahraga peninggalan nenek-nenek yang kita dulu. Karena itu kita giatkan lagi olahraga tradisional ini,” ungkap Tri lagi.

Secara keseluruhan, lomba diikuti kurang lebih 600 peserta dari 52 lembaga SMP se-Kabupaten Kediri. Dari ketiga lomba tersebut, kategori putra lomba terompah sebanyak 5 orang per tim dan egrang 3 orang per tim. Sedangkan kategori putri dikhususkan lomba dagongan 5 orang per tim.

Melalui lomba itu, pengalaman menarik pun dirasakan Viola siswa kelas VIII SMPN 2 Wates. Selain bangga timnya meraih juara ke-3 lomba dagongan, keikutsertaannya untuk yang pertama kali ini adalah hal yang menarik.

“Seneng sih, ini jadi pengalaman pertama kali. Meski persiapan mendadak tapi sudah tahu cara dan tekniknya,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Dimas Wahyu siswa SMPN 1 Semen. Dirinya mengaku sangat bersemangat mengikuti lomba terompah. Meski persiapannya cukup mendadak namun berkat kekompakan akhirnya mampu meraih juara ke-3 lomba terompah.

“Persiapan hanya tiga hari, tapi sebelumnya sudah tahu permainan ini,” pungkasnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close