
satuwarta.id – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar kegiatan Internalisasi Pengasuhan Balita dalam rangka percepatan penurunan stunting kepada masyarakat di Kabupaten Kediri.
Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Sejahtera (KS) DP2KBP3A Kabupaten Kediri Rifa Hanida memaparkan, tugas sebagai orang tua salah satunya mampu mendalami dan menyebarluaskan informasi terkait pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Balita.
Sebagaimana hal itu bertujuan agar terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik pada proses pengasuhan Balita. Sehingga harapan untuk mewujudkan generasi sehat dan tentunya terhindar dari kasus stunting.
“Negara yang kuat berdasarkan pondasi, pembangunan maju, kesehatan bagus, dan ekonomi mapan itu dasarnya dari keluarga,” kata Rifa, di Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri, Selasa (14/5/2024).
Menurutnya, masa awal dalam kehidupan Balita akan mengalami perkembangan yang pesat. Terutama dalam hal interaksi anak terhadap lingkungan untuk menyesuaikan pertumbuhannya.
Diterangkan, hal itu menyusul konsep dari delapan fungsi keluarga agar Balita mendapatkan asupan nutrisi dan gizi, serta terhindar dari kesalahan dalam pengasuhan pada masa 1000 HPK. Antaranya Fungsi Agama, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Reproduksi, Fungsi Ekonomi, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Perlindungan, Fungsi pendidikan, Fungsi Lingkungan.
“Ini penting bahwa rencana mempunyai anak tentunya harus sudah mempersiapkan psikisnya. Selama delapan fungsi keluarga benar-benar diterapkan sejak dini maka ketahanan keluarga akan kuat,” terangnya.
Hal senada juga diungkapkan Dosen Psikologi IAIN Kediri Tatik Imadatus Sa’adati. Pihaknya menambahkan pengasuhan yang tidak tepat terhadap seorang anak dapat berpengaruh terhadap kualitas pertumbuhan, bahkan bisa berdampak buruk ke depannya.
Menurut Ima, proses perkembangan intelektual anak dari sejak lahir sampai usia 4 tahun itu serupa halnya dengan perkembangan intelektual anak di usia 4 tahun hingga 18 tahun. Apalagi pola asuh yang diberikan terhadap anak Generasi Z, terutama masalah gizi.
“Jadi betapa kita punya PR untuk menaikkan intelektual anak di usia 4 tahun pertama supaya lebih cerdas, nanti sisanya berlanjut,” tambahnya.
Sehubungan dengan itu, Ima memberi pesan agar orang tua mampu mengeluarkan perkataan yang berbau positif lantaran memori dan daya ingat Balita sangat kuat. Sejalan dengan komitmen bangsa dalam membangun individu sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas baik secara fisik, mental, spiritual, dan sosial.ind



