News Feed

Pemkab Kediri Dorong Peternak Gabung Kelompok Berbadan Hukum

satuwarta.id – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan tengah mendorong seluruh peternak ayam petelur supaya bergabung ke kelompok berbadan hukum, yaitu koperasi dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar).

Dorongan tergabungnya peternak itu dilakukan untuk mempermudah pemerintah daerah pada saat menyalurkan program, salah satunya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung.

Sebagaimana Pemerintah Kabupaten Kediri telah memberikan jagung subsidi tahap 1 dengan total 31.041 ton dengan harga Rp3900/kg kepada sekitar 342 peternak berskala besar dan mikro.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyampaikan, selama penyaluran jagung bersubsidi masih terdapat peternak yang belum bisa mendapat akses atas program pemerintah tersebut.

“Belum bisa mencover semuanya karena ada peternak yang belum tergabung di kelompok berbadan hukum,” kata Tutik, sekaligus sebagai Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.

Belum tergabungnya para peternak menjadi salah satu hambatan penyaluran. Pasalnya, sesuai arahan Petunjuk Teknis (Juknis) diharus kan menjadi bagian dari kelompok asosiasi.

Hambatan tersebut ditandai dengan adanya peternak yang kesulitan mendapat petunjuk di sektor peternakan. Seperti jaminan legalitas, pembinaan dan pembangunan peternakan, hingga pengendalian inflasi.

“Maka kami mendorong petugas lapangan di wilayah kecamatan menyampaikan ke teman-teman peternak yang membutuhkan bantuan subsidi supaya bergabung kelompok asosiasi,” harapnya.

Sebab, Tutik menyebut bahwa alur penerima bantuan jagung tersebut bagi mereka (peternak) yang telah diverifikasi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan pengurus asosiasi peternak Kabupaten Kediri.

Dengan kelebihan bergabung kelompok berbadan hukum, Tutik menuturkan setidaknya para peternak akan semakin terbantu karena ketersediaan bahan pakan menjadi terpenuhi. Terlebih dengan program bantuan jagung subsidi.

Mengingat tak sedikit pula peternak yang mengeluhkan harga produksi cukup tinggi. Sedangkan harga telur tidak berimbang dengan harga produksi selama beberapa bulan terakhir.

“Itu yang menyebabkan terjadinya afkir dini. Jadi yang sebelumnya belum fase afkir, tapi sudah dikeluarkan. Akhirnya harga ayam hidup di pasaran murah. Otomatis harga daging tidak begitu mahal karena stok luar biasa,” jelas Tutik.

Hal itulah yang menjadi tujuan pemerintah daerah mendorong para peternak supaya bergabung dengan kelompok asosiasi. Selain mendapat jaminan legalitas, juga mendapat perkembangan informasi sektor peternakan.

Adapun dorongan itu sebagai persiapan pemerintah daerah dalam menyalurkan jagung subsidi tahap 2, terutama bagi peternak yang baru diusulkan untuk menerima bantuan.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close