Pemkab Kediri Berikan Pelatihan Peningkatan Kapasitas BUMDes

satuwarta.id – Pemerintah Kabupaten Kediri memfasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu unit usaha desa wisata.
Pelatihan kepada pengurus BUMDes ini, Pemerintah Kabupaten Kediri bekerjasama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Sebanyak 10 Desa terpilih yang mendapat pelatihan kali ini.
Desa-desa itu dintaranya Desa Sonorejo Kecamatan Grogol, Desa Blimbing Mojo, Desa Dukuh Ngadiluwih, Desa Purworejo Kandat, Desa Sumberagung Wates, Desa Kerkep Gurah, Desa Tiru Lor Gurah, Desa Sambirobyong Kayen Kidul, Desa Mejono Plemahan, dan Desa Keling Kepung.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri Agus Cahyono menyampaikan, pelatihan desa wisata ini diperuntukkan kepada pengelola desa wisata. Terutama 10 desa dengan kriteria antaranya telah memiliki desa wisata, masuk dalam pengelolaan BUMDes, dan telah terdaftar berbadan hukum.
“Tentunya yang mempunyai potensi desa wisatanya. Harapannya pelatihan ini bisa menjadi bekal bagi peserta untuk dikembangkan melalui BUMDes di desa wisata masing-masing,” katanya, di Kawasan Wisata Sumber Sugih Waras Ngadiluwih, Rabu (15/5/2024).
Adapun permasalahan issu strategis tentang rendahnya tingkat perkembangan BUMDes di Kabupaten Kediri antara lain, pemerintah desa kurang membaca potensi desa, kurangnya sumber daya manusia dan rendahnya partisipasi masyarakat desa, kurangnya pemberdayaan usaha ekonomi desa melalui BUMDes, serta kurangnya peningkatan keterampilan dan pengetahuan.
Menyikapi hal itu, Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BBPPMDDTT) Yogyakarta Yudan Istiawan menambahkan, pada dasarnya pelatihan ini menjadi peningkatan kapasitas sumber daya manusia terutama pengurus BUMDes sebagai salah satu unit usaha wisata.
Diterangkan, pemerintah daerah dan masyarakat memiliki peranan penting dalam pemberdayaan desa wisata. Termasuk sinergisitas dan kolaborasi membangun potensi kekayaan sebagai data tarik destinasi wisata. Sehingga potensi wisata akan berjalan tanpa mengorbankan kekayaan alam.
“Seperti halnya ada kawasan hijau yang tidak boleh dialihfungsikan itu harus dijaga, masyarakat juga harus diingatkan. Maka konservasi lingkungan akan berjalan baik. Ini perlu komitmen yang baik antara pemerintah daerah dengan masyarakat pegiat wisata,” tambahnya.
Melihat potensi wisata di Kabupaten Kediri yang cukup besar, lanjut Yudan, pihaknya memberikan pemahaman kepada pegiat wisata mengenai bagaimana pengelolaan wisata agar tetap berjalan, memaksimalkan sarana pemasaran, keuntungan retribusi tiket harus dialihkan kemana, serta mengatasi permasalahan yang ada.
Terlebih dengan berbagai jenis desa wisata, di antaranya desa wisata berbasis keunikan Sumber Daya Alam, berbasis keunikan sumber daya budaya lokal, berbasis kreatif, dan berbasis kombinasi. Pun dengan keberadaan BUMDes, Yudan berharap badan usaha tersebut mampu menjadi fasilitator bagi infrastruktur wisata.
“Mudah-mudahan pelatihan ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan desa wisatanya. Jadi apa yang sudah didapatkan bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat karena desa wisata ini efeknya luar biasa,” jelasnya.
Adapun kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas BUMDes tersebut digelar selama 4 hari. Mulai dari 14-17 Mei 2024.ind



