NEWS

Pembangunan Pasar Ngadiluwih Dimulai, Pemkab Kediri Ingin Pastikan Rencana Kerja Semua Pihak

satuwarta.id – Setelah memastikan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) kepada pemenang tender, Pemerintah Kabupaten Kediri resmi memulai proses revitalisasi Pasar Ngadiluwih. Sebagai langkah awal, pemkab akan menggelar rapat Pre-Construction Meeting (PCM) guna memastikan kesiapan dan sinkronisasi seluruh pihak yang terlibat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyampaikan, PCM dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2025 di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri. Rapat tersebut digelar usai penandatanganan kontrak dengan PT Elaina Karya Abadi, perusahaan asal Surabaya yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek.

“PCM ini sangat penting untuk menyelaraskan rencana mutu pelaksanaan konstruksi (RMPK) dan rencana keselamatan konstruksi (RKK), yang akan dipresentasikan oleh konsultan pengawasan dan pihak penyedia,” ujar Tutik saat mengecek aktivitas persiapan di lokasi proyek, Selasa (29/4/2025).

Tutik menambahkan, berdasarkan kontrak kerja, terdapat 19 ruang lingkup pekerjaan utama dalam proyek revitalisasi ini. Saat ini, kegiatan awal yang sedang berlangsung adalah pekerjaan persiapan lahan.

Dari pantauan di lapangan, dua unit eskavator telah mulai meratakan tanah di area seluas 13 ribu meter persegi tersebut. Hal ini sejalan dengan komitmen dalam kontrak kinerja yang ditandatangani pada 23 April 2025, yang mewajibkan pihak penyedia untuk segera memulai kegiatan konstruksi.

“Artinya kami memastikan tim penyedia komitmen sesuai kesepakatan pada kontrak kinerja bahwa setelah 23 April penyedia sudah harus mulai bekerja,” tegasnya.

Selain pekerjaan persiapan lahan, ruang lingkup pembangunan lainnya mencakup pembangunan toilet umum, mushola, kantor sekretariat, kios, ruang panel dan genset, TPSS, food court, area parkir, gapura dan papan nama, pos jaga, barrier gate, lanskap kawasan, rumah IPAL, los pasar, sistem drainase, instalasi mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP), serta penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Tutik berharap, proyek senilai Rp23,8 miliar ini mendapat dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak, sehingga proses pembangunan bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu sesuai target, yakni dalam 244 hari atau pada Desember 2025.

“Kami tidak ingin terjadi ketidaksinkronan antara konsultan pengawasan dan penyedia jasa. Kalau semua tim bisa seirama, Insyaallah pembangunan ini bisa diselesaikan sesuai jadwal,” pungkasnya.

Sebagai informasi, konsep revitalisasi Pasar Ngadiluwih mengusung tema yang serupa dengan Pasar Wates, yakni menggabungkan unsur tradisional, modern, dan berbudaya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close