NEWS

Parade Cikar 2025, Antusiasme Meningkat – 50 Bajingan Warnai Jalanan Kediri

satuwarta.id — Kabupaten Kediri kembali menggelar Parade Cikar 2025, sebuah perayaan budaya yang menghadirkan puluhan Bajingan, sebutan khas bagi pengendali cikar, kendaraan tradisional yang dahulu menjadi moda transportasi utama masyarakat.

Tahun ini, parade menempuh rute sepanjang 4 kilometer, dimulai dari Taman Totok Kerot, mengelilingi Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), dan berakhir di depan kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri. Antusiasme peserta meningkat signifikan, dari 41 peserta tahun lalu menjadi 50 peserta, termasuk tamu kehormatan dari Klaten.

“Ini tahun keempat diadakan di Kabupaten Kediri dan alhamdulillah tahun keempat ini peserta meningkat,” ujar Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, yang akrab disapa Mbak Dewi.

Lebih dari sekadar parade, acara ini menjadi simbol pelestarian budaya. Mbak Dewi menegaskan pentingnya mengenalkan cikar kepada generasi muda sebagai bagian dari warisan lokal. “Cikar itu dulu adalah alat transportasi masyarakat Kabupaten Kediri, sebagian besar yang hari ini sudah hampir punah. Kita berharap masyarakat juga banyak yang minat untuk melestarikan cikar,” tambahnya.

Sepanjang rute, iring-iringan cikar menarik perhatian warga. Banyak pengguna jalan rela berhenti sejenak demi menyaksikan keunikan parade ini. Tak hanya itu, peserta juga membagikan 1.500 butir telur rebus kepada masyarakat, hasil dukungan dari KPPUK (Koperasi Produsen Peternak Unggas Kabupaten Kediri). “Untuk tambahan gizi dan konsumsi telur juga aman untuk semua usia,” jelas Mbak Dewi.

Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh Tutik Purwaningsih, mengungkapkan bahwa minat terhadap Parade Cikar kini meluas hingga luar daerah. “Peminat dan antusias yang punya cikar dan yang merasa dulu menggunakan cikar untuk moda transportasi itu luar biasa sekali. Harapannya ini betul-betul menjadi event tahunan yang menarik orang luar untuk datang,” ujarnya.

Dengan semangat pelestarian dan potensi wisata budaya yang unik, Parade Cikar diharapkan menjadi ikon baru Kabupaten Kediri yang tak hanya menghidupkan tradisi, tetapi juga memperkuat identitas lokal di mata nasional.tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close