Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Mas Dhito Tekankan Hal Ini

satuwarta.id – Penanganan bencana membutuhkan sinergi semua pihak terkait.
Mulai dari relawan, pemerintah, dan TNI-POLRI. Memantapkan sinergi bersama semua pihak menghadapi potensi bencana yang terjadi di Kabupaten Kediri, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Kamis, (27/01/2022) memimpin apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan penanggulangan bencana.
Apel tersebut digelar di lapangan Desa Paron, kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Selain memeriksa sarana dan prasarana serta kesiapan sumber daya manusia untuk penanggulangan bencana BPBD kabupaten Kediri, Bupati Kediri turut mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kediri, dan menyerahkan satu unit gergaji mesin untuk kesiapan antisipasi bencana untuk setiap kecamatan di Kabupaten Kediri.
” Minim satu kecamatan ada satu alat yang mobile. Apakah kurang ? Pasti kurang tapi paling tidak sudah ada, ” ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Apel ini sendiri diikuti jajaran BPBD kabupaten Kediri, Pemadam Kebakaran, TNI- Polri,serta relawan penanggulangan bencana.
Mas Dhito menyempatkan diri untuk menyapa salah satu relawan kecil yang masih berusia 8 tahun serta salah satu relawan penyandang disabilitas.
” Peserta yang luar biasa, satu penyandang disabilitas, yang satu lagi ada anak kecil, usia delapan tahun, sudah pernah naik kurang lebih sepuluh gunung, dari usia empat tahun. Memang anak ini betul-betul mencintai alam dan terlihat bahwa kewaspadaan masyarakat terhadap bencana ini tidak hanya hadir dari satu dua orang saja. Kalau sudah bicara bencana. Kita selesaikan secara bersama-sama, ” tambah Mas Dhito lagi.
Bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito itu menuturkan kedepan untuk memperkuat kesiapan penanggulangan bencana erupsi Gunung Kelud, pihaknya memerintahkan kepada Dinas PUPR dan Dinas Perkim untuk lebih memperhatikan jalur evakuasi Gunung Kelud.
” Saya minta jalur evakuasi Gunung Kelud diperhatikan, terutama yang ada di Ngancar. Ini jangan sampai kejadian evakuasinya terhambat karena akses jalannya tidak baik, ” ujar Mas Dhito.
Dalam kesempatan yang sama Mas Dhito juga meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana seperti di Mojo dan Ngancar yang rawan longsor untuk selalu waspada dan melapor ke BPBD.



