Optimalisasi Penyerapan Gabah di Kediri, Pemkab Tetapkan Standar Kadar Air 28-30%

satuwarta.id – Sebagai upaya mendukung ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Kediri terus mengoptimalkan penyerapan gabah. Salah satu langkah yang diterapkan adalah menetapkan kadar air gabah yang dapat diserap dalam kisaran 28-30 persen.
Kesepakatan ini dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Serap Gabah yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Kediri, Kantor Cabang Bulog Kediri, serta didukung oleh Kodim 0809/Kediri. Rapat berlangsung di Ruang Joyoboyo, Kantor Pemkab Kediri, pada Selasa (18/3/2025).
Wakil Pimpinan Kantor Cabang Bulog Kediri, Hestiana, menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyerapan gabah serta memberikan edukasi kepada petani mengenai waktu panen yang tepat.
“Salah satu kendala utama dalam penyerapan gabah bukan hanya faktor cuaca, tetapi juga kesadaran petani dalam menentukan masa panen,” ujarnya.
Selama musim hujan, kadar air gabah yang diserap Bulog sering kali mencapai 33 persen, sehingga proses pengeringan menjadi lebih lama dan berdampak pada jadwal penyerapan berikutnya. Idealnya, proses pengeringan hanya memerlukan waktu sekitar 12 jam untuk menurunkan kadar air hingga 14 persen. Oleh karena itu, kadar air gabah yang dapat diserap kini dibatasi pada kisaran 28-30 persen.
“Dalam rapat ini disepakati bahwa saat panen, kadar air gabah sebaiknya berada dalam rentang 28-30 persen, dan petani diharapkan melakukan panen pada waktu yang tepat,” tegas Hestiana.
Lebih lanjut, meskipun penyerapan gabah di Kabupaten Kediri telah melampaui target pada Maret 2025 mencapai 7.496 ton dari target 5.930 ton, rapat tersebut juga menyepakati penambahan jumlah mitra pengering gabah. Saat ini, Bulog memiliki 11 mitra pengering dengan total kapasitas mencapai 430 ton gabah per hari dalam kondisi kering.
Namun, jika gabah yang diterima terlalu basah, kapasitas pengeringan bisa menurun hingga 50-70 persen, atau hanya sekitar 150-200 ton per hari. Selain itu, kadar air yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan gumpalan gabah yang berisiko merusak mesin pengering.
“Kami akan menambah mitra pengering. Jika ada penggilingan atau pengering yang ingin bermitra, Bulog siap melakukan survei kelayakan dan menjalin kerja sama,” jelasnya.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi menekankan, kesepakatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di Bumi Panjalu. Pihaknya mengimbau para petani untuk memahami pentingnya kadar air dalam proses penyerapan gabah, karena hal ini berpengaruh langsung terhadap harga jual.
“Petani perlu diedukasi bahwa jika panen dilakukan sesuai usia tanaman dan dalam kondisi cuaca yang mendukung, gabah akan dibeli dengan harga minimal Rp6.500 per kilogram. Jika ada tengkulak yang menawarkan harga lebih tinggi, itu tidak masalah. Itu yang memang diharapkan pemerintah,” ujarnya.
Untuk memudahkan komunikasi, Dispertabun Kabupaten Kediri akan menerapkan sistem konsultasi dua arah melalui WhatsApp, yang mulai berlaku pada 21 Maret 2025. Dengan langkah ini, petani diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih cepat dan akurat terkait panen serta penyerapan gabah.ind



