Normalisasi Sungai Kolokoso Bermanfaat Besar Bagi Petani

satuwarta.id – Mengatasi masalah banjir akibat curah hujan tinggi, DPUPR Kabupaten menjalin kolaborasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan normalisasi sungai, salah satunya Sungai Kolokoso.
Normalisasi sungai untuk mengatasi banjir ini disambut baik oleh warga dan petani. Menurut Suparlandimin, Salah satu petani di Desa Jati Kecamatan Tarokan, normalisasi ini mempunyai dampak besar bagi masyarakat dan petani.
” Normalisasi ini memang permintaan dari masyarakat, dan sejak dulu ditunggu-tunggu. Sejak tahun 1989 baru pertamakali ini saya melihat ada normalisasi di daerah sini. Untuk memperlebar sungai dan mengendalikan banjir ,“ ujarnya.
Ia juga berharap dengan adanya normalisasi tersebut tak akan ada kerugian lagi akibat banjir di persawahan warga.
” Tahun lalu kita tanam 4 kali gagal karena banjir, semoga normalisasi ini bisa mengurangi efek banjir agar tidak terjadi kerugian yang dialami oleh warga dan petani,” harapnya.
Sementara itu Saifudin Zuhri, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mengatakan saat ini sebenarnya wilayah Kabupaten Kediri masih belum dalam musim penghujan.
” Karena siklus Badai Seroja sehingga terjadi hujan di wilayah kita (Kabupaten Kediri) ini,” tutur Saifudin.
Ia menyebutkan, untuk Kabupaten Kediri akan mengalami puncak musim penghujan pada Bulan Desember.
“Sekarang kita masih memasuki fase musim kemarau basah, puncak penghujan diprediksi sekitar Desember,” tambahnya lagi. bby



