
satuwarta.id – Muslim Habibi secara lisan mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Persedikab Kabupaten Kediri. Hal itu terjadi pasca Persedikab dipastikan gagal melaju ke babak 16 besar Liga 3 2023/2024 Putaran Nasional.
Hal itu diungkapkan usai Persedikab gagal mengantongi tiga poin di pertandingan penentu melawan NZR Sumbersari yang berlangsung di Stadion Gajayana Kota Malang, Kamis (16/5/2024).
Muslim Habibi sebagai nahkoda Persedikab di Liga 3 musim ini menyatakan mundur dari kursi jabatannya. Keputusan tersebut merupakan bentuk pertanggung jawaban atas kegagalan Persedikab dalam memenuhi target yaitu promosi ke Liga 2 Indonesia.
“Dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri dari tim sebagai coach. Karena bentuk pertanggung jawaban dari hasil yang tak sesuai target dari manajemen untuk bisa masuk ke Liga 2,” kata Habibi.
Diakui, pertanggung jawaban itu juga akan ditandai dengan sikap menghadap kepada jajaran manajemen dan Ketua Umum Persedikab Hanindhito Himawan Pramana. Mengingat Muslim Habibi datang ke Kediri mendapat kepercayaan tinggi untuk membawa tim berjuluk Bledug Kelud berbicara jauh sepanjang kompetisi.
Pun demikian, Habibi enggan memikirkan bagaimana nasib jabatannya di Persedikab musim depan. Pihaknya saat ini fokus untuk menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai pelatih kepala Bledug Kelud. Terlebih dengan motivasi-motivasi yang diberikan kepada para pemain.
“Saya tidak tahu ke depan sebagai asisten atau apa, yang jelas sebagai pelatih kepala saya gagal. Saya mengundurkan diri dan merasa malu dengan target yang dibebankan manajemen, selaku atasan kami. Insyaallah nanti saya akan mempertanggung jawabkan ke manajemen dan Mas Bup (Bupati Hanindhito),” terang pelatih berusia 29 tahun itu.
Kendati Persedikab harus memupus harapan berkasta di Liga 2 Indonesia musim depan, Habibi menyebut bahwa Bledug Kelud memiliki kedalaman skuad yang cukup potensial. Terlebih skuad Persedikab diisi oleh pemain muda yang tentunya akan menjadi modal tersendiri dalam mengarungi kompetisi musim depan.
“Ini adalah proses. Secara tim gagal menjadi tanggungjawab saya, tapi secara individu pemain-pemain muda punya prospek yang lebih baik,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Persedikab harus tersingkir dalam persaingan di Grup 8 Babak 32 Besar Liga 3 Putaran Nasional setelah hanya mampu meraih tiga poin dari tiga laga yang dilakoni. Yakni, menghadapi Persekabpas berakhir dengan skor 1-1, berbagi poin melawan Tri Brata Raflesia FC dengan skor 0-0, serta imbang 1-1 melawan NZR Sumbersari.
Dengan hasil tersebut, Persedikab finish di peringkat 3 klasemen akhir Grup 8 Babak 32 Besar Liga 3 Putaran Nasional. Sehingga Bledug Kelud harus tersingkir dari persiangan melaku ke babak 16 besar lantaran kalah jumlah produktivitas gol oleh NZR Sumbersari.ind



