KESEHATAN

Minimalisir Kasus Demam Berdarah, Pemkab Kediri Berikan 3 Imbauan Ini

satuwarta.id – Menindaklanjuti kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Dengue Shock Syndrome (DSS), Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat guna meminimalisir penderita di Bumi Panjalu.

Sebagaimana selama Bulan Januari 2024, penyakit DBD dan DSS telah menjangkit sebanyak 52 penderita di Kabupaten Kediri. Meski mengalami angka penurunan dibandingkan Januari pada tahun lalu yang mencapai 75 kasus, namun infeksi penyakit tersebut perlu kepaswadaan tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib menjelaskan, kebijakan untuk mewaspadai penyakit DBD itu terutama terhadap kondisi curah hujan yang begitu tinggi dan cuaca lembab di lingkungan sekitar.

“Puncak DBD dan DSS biasanya memang di awal-awal musim hujan. Mudah-mudahan tidak ada peningkatan lebih lanjut,” kata pria yang akrab disapa Khotib.

Mengantisipasi adanya peningkatan angka penderita, Khotib memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat. Menurutnya, penanggulangan dapat dilakukan dengan tidak mendukung perkembangbiakkan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus dengue.

Hal itu seperti menerapkan metode 3M, meliputi metode Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang lokasi barang yang memiliki potensi nyamuk berkembang.

“Untuk itu masuarakat wajib melaksanakna pemberantasan sarang nyamuk. Seperti menguras gentong, menutup botol plastik, mendaur ulang pot bunga yang terkena air hujan,” tuturnya.

Kemudian, pihaknya mendorong Juru Pemantau Jentik (Jumantik) supaya melaksanakan pemantauan intens adanya jentik nyamuk dari rumah ke rumah. Terutama ketika pagi waktu matahari mulai terbit sampai menjelang siang dan saat sore hari.

Dengan membentuk gerakan bersifat atau partisipasi aktif dari masyarakat, penanggulangan penyakit demam berdarah diharapkan dapat berjalan dengan maksimal.

“Perugas jemantik yang ditugaskan oleh pemerintah desa, kita harapkan lebih aktif untuk memaksimalkan tugasnya melakukan pemantauan jentik di setiap rumah,” terang Khotib.

Sedangkan terkait penggunaan fogging, Khotib menilai keberadaan fogging akan berjalan lebih maksimal tatkala suatu titik wilayah menjadi pusat penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue.

“Fogging hanya untuk kriteria khusus bagi suatu titik wilayah yang menjadi pusat keterjangkitan penyakit demam berdarah dengan tingkat penyebaran sangat tinggi,” jelas Khotib.

Seperti diketahui, sejumlah imbauan tersebut menjadi langkah prioritas Pemerintah Kabupaten Kediri dalam memberikan jaminan serta menjaga kesehatan di lingkungan masyarakat.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close