NEWS

Kasus PMK Meningkat, Omzet Penjualan Pedagang Daging Sapi Kian Menurun

satuwarta.id – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kian meningkat, harga daging sapi di pasaran justru terbilang stabil. Meski demikian, penjualan daging sapi di pasaran tersebut diakui mengalami penurunan bagi pedagang.

Seperti dialami Bayu Migiono, 45, penjual daging kambing dan sapi di Pasar Gringging, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri mengaku mengalami kemerosotan omzet penjualan. Dari yang sebelumnya berhasil menjual daging sapi 20 kg per hari, kini 20 kg tersebut dalam kurun waktu 3 hari diakui belum ludes terjual.

“Belakangan ini sehari mungkin hanya terjual seperempat per hari, kalaupun sekilo itu sudah bagus,” katanya, saat ditemui pada Jumat (10/1/2025).

Bayu Migiono mengatakan, harga daging di Pasar Gringging tidak terjadi lonjakan harga yang fantastis. Per kilonya, harga daging sapi jagal masih berada di angka Rp100 ribu. Sedangkan, dirinya mengambil daging tersebut dengan harga sekitar Rp70 ribu/kg.

“Misal kalau naik mungkin hanya Rp5-10 ribu, karena kalau naiknya kebanyakan justru kami (penjual) yang bingung,” ungkapnya.

Kondisi serupa juga dialami Hajah Mudayanah, 69, penjual daging sapi ini menyebut, bahwa harga jual daging sapi di lapaknya masih terbilang stabil. Untuk jenis daging sapi super, dirinya menjual seharga Rp115 ribu/kg, sedangkan daging sapi rusuk seharga Rp110 ribu/kg.

“Mboten wantun ngundakne, amergi permintaane nggih susah (Nggak berani menaikkan harga, karena omzet penjualan lagi menurun),” terangnya.

Menurutnya, omzet penjualan menurun tersebut telah berjalan kurang lebih dalam dua pekan terakhir. Diakui, kondisi ini tidak lepas dari maraknya wabah PMK yang menjangkit sejumlah hewan ternak sapi, terutama di Kabupaten Kediri.

Jika kondisi normal, kata Mudayanah, omzet penjualan daging sapi di lapaknya bisa mencapai sekitar 30 kg per hari. Sedangkan kini penjualannya hanya 15 kg per hari.

“Sak niki namung 15 kg per hari (Kalau sekarang hanya 15 kg per hari),” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menjelaskan, kondisi omzet penjualan tersebut dipengaruhi beberapa faktor, termasuk dinamika harga pasaran, momentum natal dan tahun baru (nataru), hingga merebaknya wabah PMK pada hewan ternak sapi.

Berdasarkan data yang diperoleh dinas perdagangan pada Jumat (10/1/2025), penghitungan rata-rata harga daging di pasaran Kabupaten Kediri berada di angka Rp107.500/kg. Menurut Tutik, terdapat perbedaan dari segi harga yang merupakan bagian dari dinamika di pasaran.

“Kalau mencermati pantauan, hari ini ada penurunan. Sedangkan kemarin (9/1) masih Rp110-115 ribu/kg,” responnya.

Terkait stok daging sapi, pihaknya menyebut jika kondisi sejumlah pedagang berbeda-beda. Seperti halnya adanya pedagang yang mempunyai stok daging melimpah, begitu pula ada pedagang dengan stok daging yang kian menurun.

“Momennya mungkin yang bersamaan. Bisa faktor nataru, juga pas ada PMK,” pungkasnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close