Medis Prioritas Utama, Pembudidaya Ikan Hias Kelimpungan Cari Oksigen

satuwarta.id – Kebutuhan oksigen yang tengah difokuskan pada penanganan medis covid-19 membuat para pembudi daya ikan hias kelimpungan. Selama ini pembudi daya ikan hias memanfaatkan oksigen dalam pengiriman ikan hias ke daerah lain. Oksigen terutama dibutuhkan saat mengirim benih atau bibit ikan hias.
Salah satu pembudi daya ikan hias asal Pesantren, Kota Kediri Andi Zarwoko menuturkan selama dua pekan terakhir berburu pasokan oksigen agar pengiriman tetap bisa terjaga. Namun oksigen tetap sulit didapat karena depo pengisian fokus pada kebutuhan medis masyarakat. Saat ini Andi dan rekan-rekannya yang tergabung dalam kelompok tani ikan Tirta Jaya memanfaatkan sisa-sisa oksigen yang ada untuk mengirim benih ikan ke luar kota.
“Setiap bulan membutuhkan satu sampai dua tabung kecil. Sudah mencari ke teman yang punya stok, titip ke teman. ” ujar Andi, Kamis, (16/07/2021).
Andi menambahkan sisa oksigen yang dimiliki sekarang bisa bertahan untuk seminggu atau dua sampai tiga kali pengiriman. ” Paling banyak (pengiriman) bibit ke Tulungagung, dan yang paling jauh kalau bibit ke Bekasi. Tapi kalau yang sudah besar bisa sampai luar pulau, ” tambah Andi lagi.
Sementara itu terkait masalah Oksigen ini, Kepala DKPP Kota Kediri Mohamad Ridwan menuturkan, petani ikan bisa memaklumi pandemi masih terjadi. Namun di sisi lain, petani ikan juga membutuhkan oksigen untuk menjaga pengiriman.
“Karena ikan hias sering mengirim ke luar daerah, luar pulau bahkan ekspor. Karena itu mutlak keberadaan oksigen ini. Kami juga mencari alternatif lain di luar oksigen ini. Meski praktiknya tidak semudah yang dibayangkan, ” kata Mohamad Ridwan.
Mohamad Ridwan mengungkapkan salah satu yang akan dicoba adalah menggunakan aerator saat pengiriman. Namun aerator tidak mungkin digunakan untuk pengiriman jarak jauh.
” Untuk luar pulau dan luar negeri nyaris tidak mungkin. Tapi bisa dimaksimalkan untuk lokal Jatim. Dan juga butuh kendaraan sendiri. Memang tidak gampang. Kami berharap teman teman petani juga bisa mencari teknologi untuk menyikapi kelangkaan oksigen, khususnya untuk pengiriman produk perikanan kota Kediri.” tambah Mohamad Ridwan lagi. bby



