WISATA

Puluhan Cikar Semarakkan Parade Cikar HUT Kabupaten Kediri ke-1219

satuwarta.id – Ajakan untuk terus melestarikan alat transportasi tradisional cikar di Bumi Panjalu dilakukan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Peringatan hari jadi Kabupaten Kediri menjadi momentum mengenalkan alat transportasi tradisional yang ditarik sapi ini kepada masyarakat luas.

Parade cikar ini digelar Mas Dhito, sapaan akrab bupati Kediri sebagai bagian kegiatan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1219. Event yang diadakan Sabtu, 18 Maret 2023 merupakan kali kedua alat transportasi tradisional itu mengaspal di jalanan hingga berhenti di kawasan Simpang Lima Gumul. “Kegiatan parade cikar ini diadakan kedua kalinya di hari jadi Kabupaten Kediri dan telah menjadi agenda rutin tahunan,” kata Mas Dhito.

Kenitmen bupati muda ini menjadikan parade cikar sebagai agenda rutin bukan tanpa alasan. Pasalnya, parade cikar menjadi media edukasi untuk mengenalkan lebih dekat kepada masyarakat khususnya generasi muda mengenai alat transportasi tradisional.

Meski jumlahnya tak sebanyak sebelum tahun 90-an, di Kabupaten Kediri cikar masih bisa ditemui di tengah kehidupan masyarakat desa. Hanya saja cikar saat ini dalam perkembangannya telah dimodifikasi terutama bagian roda yang telah menggunakan roda truk.

“Selain untuk edukasi masyarakat, parade cikar ini tentunya untuk melestarikan warisan budaya kita,” terang bupati muda itu.

Petani di pedesaan menggunakan cikar sebagai alat angkut material pasir, kompos maupun hasil panen. Para petani pemilik cikar itu pun kini telah tergabung dalam komunitas. Hal ini menjadi modal untuk dapat melestarikan transportasi tradisional ini supaya tidak punah.

Semangat dan komitmen untuk melestarikan alat transportasi tradisional yang dilakukan Mas Dhito itu disambut komunitas cikar di Kabupaten Kediri. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti parade sebanyak 31 cikar, meningkat dari peserta tahun 2022 yang hanya diikuti 19 cikar.

“Teman-teman komunitas cikar menyambut baik dan antusias mengikuti parade cikar ini, bahkan hadir pula ikut menyaksikan parade dari teman-teman komunitas cikar asal Yogyakarta,” ungkap Pradeka Ipung Hariyanto, dari komunitas Manunggale Kawulo Gusti.

Parade cikar yang diadakan Pemerintah Kabupaten Kediri ini terbukti mampu menyedot antusias penonton dari kalangan anak-anak hingga orang tua. Sepanjang rute, banyak masyarakat mengabadikan momen arak-arakan cikar itu.

Sementara itu Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri drh Istar Abadi mengungkapkan sapi-sapi penarik cikar dalam parade tersebut sudah dipasangi dengan eartag sebagai identitas tunggal ternak sapi, dan identitas tunggal pemiliknya.

Hal itu sebagai salah satu bentuk penilaian dan juga sosialisasi eartag di kalangan peternak. Selain itu, sekitar 3-5 hari sekali sebelum hari H, peserta dipantau kesehatannya oleh petugas, untuk divaksin untuk yang belum, dan ditandai menggunakan eartag.

“Sapi juga divaksin dan dipasangi eartag. Dan setelah ikut kontes, kita pantau selama 14 hari kita beri perawatan dan treatment yang sifatnya gratis,” ujar drh Istar Abadi.tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close