BISNIS

Makin Jadi Idola, Tenun Ikat Kota Kediri Punya Potensi Besar Tembus Pasar Ekspor

satuwarta.id – Kain tenun ikat kota Kediri semakin jadi idola. Sejumlah pengrajin kain tenun ikat di sentra Tenun Ikat Bandar Kidul kebanjiran pesanan.

Hal itu terutama setelah beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewajibkan jajaran aparatur sipil negara untuk memakai tenun ikat di setiap hari Jumat pertama.  Kebijakan itu diharapkan bisa makin mendorong para pengerajin tenun ikat kota Kediri untuk maju.

” Bagaimana tenun ini menjadi lebih kuat lagi sebagai produk unggulan Jawa Timur yang aktualitasnya dipakai di hari Jumat itu. Karena demand-nya (permintaan) meningkat. Otomatis produksinya bisa lebih tinggi. Ini akan sangat berpengaruh kepada daya beli perajin kita,  Sehingga dia mungkin bisa lagi nanti mendesain lebih banyak lagi, mungkin juga menambah tenaga kerja lagi. Juga mungkin lebih aktif berinovasi berbagai desain-desain baru, ” tutur Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Drajat Irawan, Minggu, (26/12/2021) saat mengunjungi sentra Tenun ikat Bandoel di Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri.

Ditempat itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Drajat Irawan menyaksikan langsung proses pembuatan yang terdiri sampai 14 tahapan.

” Luar biasa dalam arti processing-nya itu cukup detail. Mulai dari benang yang beli di pabrik atau distributor sampai ke proses-proses yang 14 tahap. Mulai sampai ke pewarnaan dan sebagainya, ” ujarnya lagi.

Kedepan, ditambahkan Kadin Disperindag Jatim setelah melalui kurasi, bimbingan dan pembinaan bukan tidak mungkin tenun ikat kota Kediri akan dipasarkan ke luar negeri.

” Berbagai komoditi unggulan pada  dasarnya dipasarkan, yang pertama adalah pasar dalam negeri dan yang kedua adalah pasar luar negeri. Program dari Jawa Timur sebelum dipasarkan nanti tentunya ada tahapan. Dengan berbagai tahapan, kurasi dan berbagai parameter yang dibutuhkan di pasar luar negeri, serta pembimbingan dan pendampingan bukan tidak mungkin bisa ke pasar ekspor. Bahkan yang di Gresik sudah dirintis menjadi desa devisa. Ekspor dari desa. Bukan tidak mungkin saya kira Kediri bisa juga seperti itu. Pasar tentunya akan menghendaki barang-barang yang memang diminati oleh mereka, ” tutur Drajat Irawan.

Pemkot Kediri sendiri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri berhasil mencatatkan tenun ikat Kediri dalam Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional (HAKI KIK). Tenun Ikat Kediri diakui dalam jenis Ekspresi Budaya Tradisional “Seni Rupa Dua Dimensi, Seni Rupa – Tiga Dimensi.”

Selain itu, Disperdagin Kota Kediri juga aktif membawa tenun ikat kota Kediri dalam sejumlah pameran.

” Memfasilitasi para pengrajin tenun ikat untuk pameran,dan Alhamdulillah berkat pameran bisa bersinergi dengan Pemprov Jatim. Sehingga meski pandemi teman-teman penenun tetap mendapatkan omzet , dengan memenuhi pemesanan dari provinsi, ” tutur Kepala Bidang Perdagangan Disperdagin Kota Kediri Anik Sumartini. bby

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close