PENDIDIKAN

Prof. Yasin Dikukuhkan Sebagai Guru Besar ke 8 IAIN Kediri

satuwarta.id – Digitalisasi mendorong semua sektor untuk berkembang, termasuk dunia pendidikan. Lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan Islam dituntut lebih adaptif untuk bisa memberikan pendidikan berkualitas.

Hal itu ditegaskan Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri Prof. Dr. Muhammad Yasin, S.Ag., M.P dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk Konstruksi Kepemimpinan Lembaga Pendidikan Islam di Era Digital, Rabu (31/01/2024).

Pria yang baru saja dikukuhkan sebagai guru besar itu menegaskan kepemimpinan lembaga pendidikan Islam di era digital harus didasarkan pada karakteristik, kompetensi, peran, dan prinsip-prinsip kepemimpinan didasarkan pada nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, amanah, dan keadilan.

Tidak hanya itu, pembelajaran di lembaga
pendidikan Islam harus inovatif agar dapat menjawab tantangan dan peluang di era
digital. “Pembelajaran yang inovatif harus memanfaatkan teknologi digital secara
optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” tutur Prof. Yasin, sapaan akrab pria kelahiran Kediri, 10 Juni 1971 tersebut.

Wakil Ketua Ikatan Sarjana NU Provinsi Jawa Timur itu menjelaskan konstruksi kepemimpinan lembaga Pendidikan Agama Islam di era digital dapat diwujudkan melalui empat upaya. Yang pertama, meningkatkan kapasitas kepemimpinan.

Kedua, mengembangkan manajemen berbasis sekolah. Ketiga, pengembangan kurikulum kompetensi dan terakhir meningkatkan pemanfaatan teknologi digital.

“Guru besar itu merupakan jabatan fungsional yang justru mendorong kita sebagai akademisi, dalam hal ini dosen khususnya untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tingginya. Yaitu, di bidang pendidikan atau pengajaran dan penelitian untuk inspirasi produktifitas keilmuan,” terangnya usai pengukuhan.

Pria yang juga Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Kediri mengungkapkan dikukuhkan sebagai guru besar adalah pengabdian masyarakat karena basis keilmuan yang dibangun di atas penelitian sebaiknya juga diaktualisasikan dalam perilaku kehidupan. Demikian juga sebagai bentuk pengabdian seorang akademisi kepada masyarakat

“Bisa dalam bentuk, ikut mengelola pendidikan di luar kampus. Sebagai pendamping ahli di lembaga pendidikan. Juga bisa memberikan ilmu kepada masyarakat dan mendorong masyarakat semakin berdaya yang dibangun di atas pengetahuan dan prinsip-prinsip etika,” terangnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Kediri Dr. H. Wahidul Anam, M.Ag. mengatakan, era digital adalah zaman di mana semua orang bisa berkomunikasi dan bisa mendapatkan akses secara cepat. Hal tersebut menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan.

Pada era digital ini, semua orang bisa belajar secara mandiri dan perubahan ini membawa konsekuensi kepad para guru, para dosen dan para pimpinan pondok pesantren untuk merubah cara pandang terhadap siswa siswi kita.

“Saya mohon pikiran dari Prof Yasin ini harus dikembangkan. Karena beliau di Fakultas Tarbiyah, maka harus ada revolusi khusus. Saya berharap pak Yasin bisa menjadi contoh kepada kita semua bagaimana dalam mengelola lembaga pendidikan di era digital ini,” pintanya.tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close