Lonjakan Wisatawan Selama Nataru di SLG, Petugas Angkut Hingga 12 Ton Sampah dalam Sehari

satuwarta.id – Volume sampah selama Natal dan Tahun baru (Nataru) mengalami peningkatan. Dalam mengatasi hal itu Pemerintah Kabupaten Kediri melakukan pengangkutan lebih ekstra menggunakan dump truk.
Dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pengangkutan berlangsung di Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) sebagai salah satu pusat keramaian di Kabupaten Kediri.
Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti membenarkan adanya peningkatan volume sampah, terutama di kawasan Monumen SLG, lapangan utama, dan Taman Hijau.
Meski perayaan tahun baru secara massal ditiadakan, namun masyarakat tetap ramai berkumpul di monumen yang berada di Kecamatan Ngasem itu.
“Memang ada peningkatan jumlah sampah karena banyak pengunjung, otomatis konsekuensi sampah juga meningkat,” kata Putut, Senin (8/1/2023).
Dikatakan Putut, setidaknya dalam sehari petugas lapangan dapat mengangkut hingga 4 kali menggunakan 2 dump truk yang memiliki kapasitas 1,5 ton sampah (sekali angkut).
Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dilakukan penyortiran berdasarkan jenis sampah di Depo Sumberjo Ngasem. Setelah itu, sampah dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Sekoto Kecamatan Badas.
“Untuk kendaraan ada dua kontainer. Sekali angkut petugas mengangkut 1 truk penuh, didominasi sampah plastik,” imbuhnya terkait pengangkutan sampah.
Melalui kinerja yang apik, Putut memastikan seluruh sampah selama Nataru tertangani dengan tuntas.
Selain itu, pihaknya kini tengah berupaya mengubah kesadaran masyarakat akan pentingnya mengurangi volume sampah dengan memberi imbauan supaya dapat memilah sampah dari rumah. Seperti penggunaan plastik.
Dengan keberadaan sampah yang semakin menumpuk, program tersebut tengah digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri.
“Maka itu kita dorong upaya pengurangan sampah. Supaya timbunan sampah tidak semakin menumpuk,” pungkasnya.ind



