News Feed

Langkah Siaga Kota Kediri: Teknologi EWS Kini Jaga Aliran Sungai Kedak

KEDIRI – Menghadapi tantangan banjir tahunan yang kerap menghantui wilayahnya, Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil langkah proaktif. Pada Sabtu (31/1/2026), sebuah sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) resmi dipasang di Kelurahan Bujel guna memantau aktivitas Sungai Kedak secara real-time.

Pemasangan alat ini bukan tanpa alasan. Kawasan Sungai Kedak memiliki sejarah panjang sebagai pemicu genangan air hingga banjir di beberapa titik strategis seperti wilayah Ngampel dan Gayam. Dengan hadirnya EWS di sisi barat sungai, pemerintah berharap risiko bencana dapat diminimalisir melalui sistem deteksi yang lebih cepat dan akurat.

Bagaimana EWS Bekerja? Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, memaparkan bahwa teknologi ini bertindak sebagai ‘mata dan telinga‘ petugas di lapangan. Berikut adalah fitur utama dari sistem tersebut:

  • Sensor Ketinggian Air: Alarm akan otomatis berbunyi jika debit Sungai Kedak menyentuh angka tiga meter ke atas.
  • Sistem Peringatan Suara: Petugas dapat memberikan instruksi langsung kepada warga melalui speaker yang terintegrasi di lokasi.
  • Pemantauan Visual: Dilengkapi dengan kamera CCTV yang memungkinkan tim BPBD memantau kondisi sungai dari pusat komando secara real-time.
  • Koneksi Call Center: Alat ini terhubung langsung dengan pusat layanan darurat BPBD untuk koordinasi yang lebih cepat.

Strategi Prefentif bagi Warga Pemilihan Kelurahan Bujel sebagai titik pemasangan dinilai sangat strategis. Lokasi ini dianggap sebagai “pos pantau depan” yang mampu memberikan informasi awal bagi penduduk di bagian utara aliran sungai.

“Jika di Bujel air sudah terpantau tinggi, warga di sisi utara punya waktu lebih untuk bersiap-siap sebelum air benar-benar sampai ke pemukiman mereka,” jelas Joko Arianto.

Langkah ini menandai pergeseran paradigma penanganan bencana di Kota Kediri, dari yang semula bersifat reaktif (menunggu kejadian) menjadi preventif (pencegahan). Dengan peringatan yang datang lebih awal, warga diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk mengamankan harta benda maupun melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan.

Pihak BPBD menegaskan akan terus mengevaluasi kinerja EWS ini secara berkala untuk memastikan sistem mitigasi bencana di kawasan rawan luapan sungai tetap berfungsi optimal demi keselamatan masyarakat. (red)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close