Komitmen Tekan Stunting, IBI Kota Kediri Kerahkan 221 bidan

satuwarta.id – Bertepatan dengan momen Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57, Ikatan Bidan Indonesia Kota Kediri berkomitmen untuk menekan angka stunting di Kota Kediri. ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Kediri Darmining mengutarakan bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan 221 bidan untuk membantu percepatan penurunan angka stunting di Kota Kediri.
“Kami bekerjasama dengan BKKBN dan Dinas Kesehatan Kota Kediri mengerahkan total 221 bidan yang nantinya akan bertugas di masing-masing kelurahan memberikan pendampingan mulai dari remaja, ibu hamil, melahirkan hingga balita,”ungkapnya, Jum’at (12/11).
Darmining menambahkan bahwa nantinya para bidan tersebut akan berkoordinasi dengan puskemas di masing-masing wilayah. Koordinasi dan sinergi tersebut sebagai langkah untuk memantau perkembangan kasus stunting, kematian ibu dan bayi di Kota Kediri.
“Kami sangat berharap semoga dengan upaya ini, seperti apa yang disampaikan oleh pak Walikota Kediri tadi, kita dapat terus menekan angka kasus stunting, kematian ibu dan bayi bahkan hingga zero cases,”imbuhnya dengan mantap.
Darmining juga mengungkapkan pihaknya juga akan melakukan pelatihan disetiap kelurahan.
“Tanggal 16 November minggu depan kami akan melakukan pelatihan bersama dengan tim-tim disetiap kelurahan berkenaan dengan antisipasi stunting dan pendampingan ibu hamil serta remaja,”pungkasnya.
Menanggapi hal ini Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Kediri.Fauzan menambahkan, meski di Kota Kediri angka stunting tergolong rendah, angka kematian ibu dan bayi termasuk dalam golongan terbawah se-Provinsi Jawa Timur, namun upaya-upaya seperti itu perlu tetap dilakukan sebagai langkah antisipastif.
“Awal tahun 2019 pemerintah pusat mencanangkan untuk pencegahan dan penanggulangan stunting khusus di daerah-daerah yang stuntingnya diatas 30 persen sedangkan Kota Kediri ada dibawah itu (16%). Namun di tahun 2021, karena stunting ini menjadi program prioritas Kementrian kesehatan dan pemerintah pusat maka semua kabupaten/kota, harus mengantisipasi pencegahan dan penanganan stunting,” jelasnya pasca ditemui setelah jalannya upacara. bby



