NEWS

Kisah Pilu Pak Rohman, Tinggal di Rumah Tidak Utuh di Usia Senja

satuwarta.id – Kota Kediri masih menyisakan banyak pekerjaan rumah terkait masalah kemiskinan. Di salah satu sudut Kota Kediri, tepatnya di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, seorang kakek bernama Rohman hidup jauh dari kata sejahtera.

Di usianya yang sudah senja, Rohman, yang kini berusia sekitar 76 tahun tinggal sendirian di rumahnya, rumah yang dalam kondisi memprihatinkan. Atap rumah Rohman sudah tidak lagi utuh, sebagian sudah tinggal menyisakan kerangka atap dan gentengnya pun sudah banyak yang runtuh.

Rohman mengungkapkan sudah hampir 5 dekade tinggal di rumah tersebut. “Saya sudah puluhan tahun tinggal di rumah ini,” cerita Rohman tentang rumahnya, Kamis (7/11/2024).

Tembok yang berfungsi sebagai penopang dan pelindung, justru sebaliknya. Banyak bagian yang telah ambruk dan sebagian lagi mengalami retak. Membuat tembok justru berbahaya, karena bisa sewaktu-waktu ambruk.

Hanya ada satu pintu di rumah tersebut, sisanya hanya tertutup kelambu seadanya. Lantainya pun terlihat tidak terurus, daun kering berserakan bercampur dengan sampah-sampah seperti bekas kulit kelapa. “Saya hanya bisa menerima kondisi rumah saya yang hampir ambruk dan tak layak huni ini,” tambahnya.

Untuk tempat beristirahat, sehari-hari Rohman tidur di sebuah dipan kayu yang berada di ruang tamu, diantara sampah dan daun kering yang berserakan. Untuk mandi dan buang air, Rohman harus ke sungai karena tidak ada toilet dan kamar mandi di rumahnya.

Rohman mengungkapkan dirinya juga belum ada bantuan dari pemerintah kota Kediri yang pernah mampir kepadanya. “Selama ini belum ada bantuan dari pemerintah karena saya malu untuk lapor,” ungkapnya.

Kondisi pilu Rohman mendapatkan perhatian dari Calon Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati.
Mbak Vinanda, sapaan akrabnya, pun datang langsung dan memberikan bantuan kepada Rohman.

Mbak Vinanda mengaku prihatin dan sedih melihat kondisi yang dialami oleh Rohman. Yang lebih memilukan, menurut Mbak Vinanda, Ternyata di Kota Kediri masih ada warga yang tinggal di tempat dengan kondisi semacam itu.

Kedepan, jika diberi amanah untuk memimpin Kota Kediri, ia akan menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas utama dalam program pemerintahannya.

“Jika saya terpilih nanti, kami akan bekerja lebih keras agar angka kemiskinan semakin menurun. Kami ingin masyarakat Kediri merasakan kesejahteraan yang nyata,” ungkapnya.

Mbak Vinanda menegaskan tingkat kemiskinan di Kota Kediri masih berada di angka 7,15 persen. Karena itu perlu upaya lebih keras dalam mengentaskan kemiskinan sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terwujud.

Ia menyebutkan masih diperlukan langkah-langkah tambahan dan inovasi untuk mencapai hasil yang lebih baik.”Kami akan terus berupaya membantu, bukan hanya untuk Pak Rohman, tapi untuk seluruh warga Kediri yang membutuhkan,” ujarnya.tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close