News Feed

Kisah Istadi, Calon Jamaah Haji Tertua Kabupaten Kediri 2025 Berusia 93 Tahun

satuwarta.id — Dari total 1.092 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Kediri yang dijadwalkan berangkat pada musim haji 2025, terdapat satu sosok yang mencuri perhatian karena usianya yang sangat sepuh. Dia adalah Istadi, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, yang kini telah berusia 93 tahun 9 bulan.

Meski usianya hampir menyentuh satu abad, kondisi fisik Istadi masih tergolong bugar. Ia masih mampu berjalan dan tampak sehat, sehingga dinyatakan layak untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Achmad Fa’iz membenarkan, bahwa Istadi adalah calon jamaah tertua dalam rombongan haji Kabupaten Kediri tahun ini.

“Insya’allah beliau masih seger, masih sehat, dan semoga semuanya diberi kelancaran,” terang Fa’iz.

Sebelumnya, Istadi telah mendaftar haji reguler bersama sang istri sejak tahun 2019. Namun karena keterbatasan biaya, ia baru bisa melunasi seluruh biaya haji pada tahun 2025 ini. Perjuangannya untuk memenuhi rukun Islam kelima pun tidak ringan.

Demi bisa berangkat ke Tanah Suci, pria kelahiran 1931 tersebut rela menjual lahan kebunnya seluas 15 ru. Uang hasil penjualan itu digunakan untuk menutupi biaya haji bagi dirinya dan istrinya, Nur Badriah.

Kulo sade kebun barongan 15 ru. Alhamdulillah damel haji tiyang kalih cekap (Saya jual kebun barongan seluas 15 ru. Alhamdulillah biayanya cukup untuk haji berdua bersama istri),” ujar Istadi, yang mengaku menjual lahannya kurang lebih satu tahunan tersebut.

Istadi saat dikonfirmasi bersama putranya (foto: Indra/satuwartaid)

Keinginan Istadi untuk berangkat haji telah lama terpendam. Baginya, menunaikan ibadah haji adalah keinginan besar yang ingin diwujudkan bersama sang istri. Terlebih, Istadi yang dikaruniai 19 anak ini merasa sudah saatnya memenuhi rukun Islam yang kelima.

Pun dangu kepingin, sinten sing mboten pengen nyukupi rukun islam kelima (Sudah lama ingin, siapa yang tidak ingin menunaikan rukun Islam kelima),” jelas Istadi.

Namun, keinginannya untuk berhaji bersama sang istri harus tertunda. Nur Badriah yang kini berusia 73 tahun, tidak termasuk dalam daftar jamaah prioritas lansia pada tahun keberangkatan 2025. Alhasil, pasangan ini tidak bisa berangkat bersama.

Dos pundi, asline pengene kalih istrine, tapi niki pun aturan, nderek mawon (Mau bagaiman lagi, sebenarnya ingin berangkat bersama istri, tetapi ini sudah aturan, jadi ngikut saja),” terang Istadi.

Di sisi lain, Kemenag Kabupaten Kediri juga mencatat adanya jamaah termuda dalam kelompok CJH 2025. Ia adalah Mohammad Firdaus Rasya Zulkifli, warga Desa Blabak, Kecamatan Kandat, yang baru berusia 18 tahun. Achmad Fa’iz berharap Rasya bisa menjadi pendamping yang membantu jamaah lainnya, terutama yang berusia lanjut.

Semoga Rasya bisa mendampingi jamaah lainnya,” harap Fa’iz.

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa saat memberikan bingkisan kepada Istadi (foto: Indra/satuwartaid)

Sebagai informasi, jumlah total Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri tahun 2025 mencapai 1.092 orang. Rinciannya terdiri dari 985 jamaah urut porsi, 85 jamaah prioritas lansia, serta 128 jamaah penggabungan dan pendamping.ind

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close