Kinerja APBN Kediri Raya Triwulan IV 2025 Tunjukkan Ekspansi Positif

satuwarta.id – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kediri Raya pada triwulan IV tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Secara month to month (MtM), baik penerimaan maupun belanja mengalami ekspansi, menandakan tren positif dari bulan ke bulan.
“Dari sisi pendapatan, penerimaan perpajakan tumbuh sebesar 8,28 persen dan PNBP sebesar 6,93 persen. Hingga akhir November 2025, total penerimaan mencapai Rp20.925,68 miliar, terdiri dari perpajakan Rp20.450,64 miliar dan PNBP Rp475,04 miliar,” ujar Kepala KPPN Kediri Moch Izma Nur Choironi, Rabu, (24/12/2025).
KPP Pratama Kediri mencatat penerimaan Rp253.164,49 miliar atau 69,43 persen dari target tahun 2025, dengan ekspansi 9,02 persen year on year. Sektor dominan berasal dari perdagangan besar dan eceran, reparasi kendaraan, administrasi pemerintahan, serta transportasi dan pergudangan. Sementara KPP Pratama Pare yang membawahi Kabupaten Kediri dan Nganjuk membukukan Rp710,503 miliar atau 62,26 persen dari target, namun mengalami kontraksi 1,49 persen.
KPP Pratama Tulungagung yang meliputi Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek mencatat penerimaan Rp563,37 miliar atau 67,54 persen dari target. Sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib menjadi penyumbang terbesar, disusul perdagangan besar dan eceran serta industri pengolahan.
Di sisi kepabeanan, KPPBC TMC Kediri telah mencapai 73,8 persen dari target, dengan Bea Masuk Rp3,137 miliar (111 persen) dan Cukai Rp19.361,258 miliar (87,4 persen). Namun keduanya mengalami kontraksi akibat melemahnya konsumsi masyarakat, terutama pada produk hasil tembakau.
Untuk belanja, Kediri Raya mencatat realisasi sebesar Rp8.394,158 miliar atau 95 persen dari target, lebih tinggi dibanding capaian nasional yang sebesar 82,5 persen. Belanja pegawai terserap 98 persen, belanja barang 86 persen, belanja modal 65 persen, dan bantuan sosial 65 persen. Dari sisi wilayah, Kabupaten Kediri dan Nganjuk menjadi penyerap terbesar, disusul Trenggalek dan Kota Kediri.
Belanja transfer ke daerah juga tumbuh positif 10,01 persen MtM. Dana Alokasi Umum terserap 98,27 persen, Dana Desa 97,51 persen, serta insentif fiskal 96,24 persen. Program pembayaran non-tunai melalui Kartu Kredit Pemerintah menunjukkan tren meningkat, dengan nilai transaksi Rp0,606 miliar dari 204 transaksi.
Penyaluran kredit program, KUR, dan UMi juga mencatat ekspansi. Kredit program tumbuh 10,17 persen, KUR 10,16 persen, dan UMi 10,68 persen.
“Secara keseluruhan, APBN Kediri Raya masih memberikan kinerja keuangan yang baik dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global pada tahun 2025,” pungkasnya. tam



