Bupati Kediri Serahkan Insentif Guru Madin dan Guru PA Non Formal

satuwarta.id – Pertama kali di Kabupaten Kediri, di bawah pemerintahan Bupati Hanindhito Himawan Pramono, guru pendidikan agama non formal mendapatkan bisyaroh atau bantuan insentif.
Mereka yang berhak menerima insentif antara lain Guru Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ (Islam), guru sekolah Minggu (Kristen dan Katolik), serta guru-guru pendidikan agama (PA) non formal di agama lainnya.
Penyerahan dilakukan secara simbolis di Ponpes Salafiyah Kapurejo, Desa Pagu, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.
Bupati Hanindhito Himawan Pramana, dalam kesempatan itu menuturkan guru Madin dan adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang turut membangun moral penerus bangsa.
Dengan peran para guru pendidikan non formal yang begitu besar, Pemerintah Kabupaten Kediri berusaha memberikan perhatian lebih.
” Dengan adanya pemberian insentif ini, orang-orang yang sudah berjuang untuk membangun moral bangsa bisa lebih kita perhatikan, ” ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Secara rinci, 7.139 guru pendidikan non formal yang mendapatkan insentif untuk Agama Islam yang meliputi guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) jumlahnya 6.366 guru. Agama Kristen sebanyak 685 guru, 37 Katolik serta 51 guru Hindu.
Angka itu, ditambahkan Bupati Kediri masih bisa bertambah lagi setelah pendataan. Update data penerima insentif sendiri terus dilakukan, sampai dengan tahun depan untuk disempurnakan. “Saya minta Dinas Pendidikan untuk selalu mengawal agar tepat sasaran, ” tambah Bupati Kediri lagi.
Untuk insentif kali ini, setiap guru mendapat masing-masing Rp 1 juta untuk 10 bulan pertama, dan akan digenapi menjadi 12 bulan nantinya. Dan diberikan melalui rekening bank.
” Harapan ke depannya ini bisa menjadi motivasi kepada rekan-rekan lebih mantap lagi mendampingi, mendidik anak-anak dalam ilmu keagamaan, meningkatkan ketakwaan, ” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Sujud Winarko.
Insentif itu pun disambut baik oleh guru agama non formal. Sebagaimana disampaikan Meri Wahyu Kristin salah satu guru sekolah Pasraman disalah satu pura daerah Bangsongan, Kecamatan Kayen Kidul.
Selama belasan tahun mengabdi menjadi guru, dia mengaku baru kali ini mendapatkan bantuan insentif dari pemerintah.”Sangat bersyukur dan nggak nyangka, kita selama ini bekerja atas kemanusiaan,” akunya.
Turut hadir dalam penyerahan Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto, dan sejumlah pengurus dan pengasuh Ponpes Salafiyah Kapurejo. (Adv)



