NEWS

Kasus PMK di Kediri Meningkat, Pemkab Kediri Sampaikan Penyebab Berikut

satuwarta.id – Persebaran kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Kediri Kembali meningkat pada akhir tahun 2024. Hal itu terlihat pada akhir Desember 2024, persebaran kasus PMK tersebut menginjak hingga di angka 217 kasus.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Yhuni Ismhawati menyampaikan, persebaran kasus PMK itu telah diterima berdasarkan laporan-laporan pada Desember tahun lalu.

Üntuk PMK laporan yang sudah masuk ke kami ada 217 kasus,” kata Yhuni, sapaan akrabnya.

Dari 217 total kasus PMK, di antaranya terdapat 134 hewan yang masih mengalami sakit, 24 hewan mati, 57 hewan dinyatakan sembuh, dan 2 hewan dipotong paksa.

Yhuni menyebut, persebaran kasus PMK tersebut kebanyakan menyerang hewan ternak yang berada di dua kecamatan Kabupaten Kediri, yakni Kecamatan Banyakan dan Tarokan. Di Banyakan terdapat 37 kasus, sedangkan di Tarokan mencapai 66 kasus PMK.

Menurutnya, persebaran kasus PMK tersebut diakibatkan berbagai faktor, termasuk memasuki musim penghujan, kondisi kebersihan kandang hewan ternak, banyaknya lalu lintas pengiriman hewan ternak, hingga hewan tersebut belum divaksinasi.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi virus PMK untuk berkembang lebih mudah ke hewan-hewan ternak, apalagi memang masuk di awal musim penghujan ini,” ungkapnya.

Mengatasi kasus PMK, lanjut Yhuni, pihaknya mengatakan saat ini tengah menggencarkan pemantauan dan pemeriksaan terhadap hewan ternak, termasuk pemeriksaan status vaksinasi. Pasalnya, pemberian vaksinasi tersebut menjadi penting untuk meningkatkan imunitas hewan.

“Paling tidak untuk vaksin diberikan tiga kali karena itu juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh hewan ternak,” jelasnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close