Berhasil Evakuasi Temuan Tugu Tapal Batas di Kabupaten Kediri, Ini Langkah BPK XI Jatim

satuwarta.id – Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur berhasil mengevakuasi tugu tapal batas berangka tahun 1123 Saka ke Balai Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Dalam evakuasi tersebut melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4), Pemerintah Desa Kayunan beserta masyarakat setempat, Kamis (25/1/2024).
Pamong Budaya I BPK XI Jatim Albertus Agung Vidi Susanto menyampaikan, evakuasi tersebut berkaitan dengan aspek perlindungan, penyelamatan, dan pengamanan terhadap temuan tugu tapal batas.
Mengingat lokasi penemuan berada persis di area penggalian tanah masyarakat. Tentu apabila dibiarkan akan berdampak terhadap keberadaan tugu berbobot 3,5 ton tersebut.
“Win-win solutionnya memindahkan benda ini ke Balai Desa Kayunan. Supaya aktivitas masyarakat berjalan lancar dan tugu tapal batas bisa terselamatkan,” kata pria yang akrab disapa Vidi.
Setelah evakuasi pengamanan dilakukan, Vidi mengaku temuan tugu berukuran tinggi 170 cm dengan tebal 76 cm itu dapat mengindikasikan sebagai benda pengingat peristiwa dalam kurun waktu tertentu.
“Sejauh ini temuan tugu mengindikasikan ada budaya masyarakat di wilayah sini. Baik sebuah kampung atau puri (tempat istana). Namun kami belum berani mengarah kesana,” tambahnya.
Untuk validasi temuan tersebut, Vidi menuturkan akan melakukan penelitian lebih lanjut melalui sejumlah kajian berdasarkan struktur lapisan tanah, angka tahun, hingga korelasi dengan prasasti pada zaman Kerajaan Kadiri era Raja Kertajaya.
Terlebih kajian terhadap temuan benda arkeolog itu juga akan dilakukan terkait keberadaan tugu di area urukan tanah. Apakah melalui proses secara alami atau dipindah sengaja oleh manusia.
“Kita telusuri lebih dalam karena penelitian tidak hanya melalui satu kajian, harus berkesinambungan dengan data narasi atau hubungan dengan prasasti yang sezaman,” jelas Vidi.
Selain tugu tapal batas, masyarakat juga menemukan sejumlah benda arkeolog berupa batu berbentuk blok, lumpang batu yang berukuran cukup besar.ind



