OLAHRAGA

JFZ 2023 Tempuh Rute 1.504 kilometer

satuwarta.id – Journey to Zero (JTZ) yang mengusung tema “Dari Titik Nol Indonesia Menuju Nol Emisi Karbon” kembali memulai perjalanannya di tahun 2023 ini.

Bersepeda jarak jauh ini diawali dari Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, menuju Denpasar, Bali. Tahun ini, Journey from Zero akan melanjutkan perjalanannya dari Bali menuju Lombok, Sumbawa, dan berakhir di Sumba.

Sembilan pesepeda akan secara estafet mengendarai sepeda bambu menempuh jarak kurang lebih sejauh 1.504 kilometer untuk menyebarkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dengan salah satunya mengurangi penggunaan emisi karbon.

Tiga pesepeda, yaitu Riyadh Nadlir Afwan, Muhammad Rifqi Akbar dan Edmund Jed Solaiman telah memulai perjalannya dari pulau Bali pada Kamis, 1 Juni 2023.

Journey from Zero tahun ini, tidak hanya fokus pada perjalanan panjang mengendarai sepeda sebagai alternatif transportasi ramah lingkungan, kali ini pun mereka akan berinteraksi dengan melakukan kegiatan dari masing komunitas penggiat lingkungan, berdiskusi, dan menyebarkan semangat untuk menjadikan lingkungan menjadi lebih baik ke khalayak lebih luas.

Beberapa komunitas yang akan disinggahi selama perjalanan adalah Sungai Watch, sebuah organisasi yang bergerak dalam pembersihan sungai dengan misi menjaga perairan dan Bye Bye Plastic Bags, sebuah gerakan anak muda dengan misi tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai.

Sedangkan di Lombok, pesepeda akan bertemu dengan Bank Sampah NTB Mandiri dan juga bertemu dengan Anak Alam Learning House di pulau Sumbawa.

Berkolaborasi untuk membawa misi yang serupa, Melati Wijsen, Founder
Bye Bye Plastic Bags mengatakan,

“Ini adalah cara yang sangat kreatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama anak muda untuk peduli atas lingkungan dan bisa membuat perubahan.” ujar Founder Bye Bye Plastic Bags Melati Wijsen.

Bye Bye Plastic Bags dan Journey from Zero hadir untuk memberikan pesan jika tidak punya banyak waktu untuk membuat perubahan. “Anak muda mungkin hanya 25% dari populasi dunia, tetapi kita merupakan 100% dari masa depan dan kita semua bisa menjaga lingkungan.” tutup Melati.

Journey To Zero sendiri adalah sebuah proyek kolaboratif bersama PT Rimba Makmur Utama (RMU), pemilik dan pengelola inisiatif restorasi ekosistem Katingan Mentaya Project, dan Athletica Company (Athletica). tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close