Jersey Tandang Persedikab, Mulai Desain Inspiratif Hingga Tembus Pasar Internasional

satuwarta.id – Jersey tandang Persedikab Kabupaten Kediri kini menjadi pusat perhatian pecinta sepak bola, setelah mengandung desain yang penuh inspirasi hingga menembus pasar jersey internasional.
Seperti diketahui, jersey yang penuh dengan inspirasi itu dihiasi ilustrasi kekayaan alam dan sejarah daerah Kediri. Mulai dari Gunung Kelud, Goa Surowono dan peta lingkungan sekitarnya, serta Kota Dahanapura cikal bakal Kediri yang digambarkan dengan siluet candi Surowono dan api.
Media Officer (MO) Persedikab Kabupaten Kediri Dimas Andhika Pramayuga menceritakan awal mula jersey hingga menembus pasar internasional tersebut. Menurutnya, perjalanan jersey memiliki lika-liku cerita yang cukup panjang.
Dimana, sejak Bulan Desember tahun 2023 lalu sampai Februari 2024 mengalami penjualan yang cukup signifikan yaitu mencapai sekitar 200 pcs jersey. Jersey dengan motif full ilustrasi itu akhirnya terdengar ke telinga salah satu influencer, hingga infulence itu menyarankan untuk dibawa ke Classic Football Shirts (CFS).
“Salah satu infkuencer merekomendasikan dibawa ke CFS. dengan membawa atau membeli stok untuk dipasarkan di sana. Mereka memposting di sosial media yang akhirnya jadi viral,” kata pria yang akrab disapa Dimas.
Sebagaimana CFS merupakan store yang menjual jersey berbagai tim sepak bola dunia yang berbasis di Inggris. Melansir laman resmi CFS (www.classicfootballshirts.co.uk) harga jersey tandang Persedikab berada di kisaran 31.99 US Dollar atau setara Rp505.019.
Melihat unsur desain yang mengandung sejarah, Dimas mengaku telah sejak lama Official Tim Persedikab berniat untuk membuat sesuatu yang berbeda. Dalam artian bisa mengenalkan lebih luas terkait kultur atau campaign lokal Kediri melalui media jersey.
Keberhasilan tersebut membuat Dimas dan tim kolaborasi merasa bangga atas melambungnya jersey tandang Persedikab di kancah internasional. Pun, dirinya tak mengira jika jersey berwarna biru dan abu-abu itu menjadi pusat perhatian banyak orang.
“Alhamdulillah tiba-tiba sehype ini. Memang dari awal punya target tertentu, paling nggak secara brand value lebih dari tahun sebelumnya. Ternyata kali ini besar banget, terus viral juga pasca diposting CFS,” terang Dimas.
Dengan melonjaknya produktivitas jersey yang diberi nama Siasat Surowono itu, Dimas berharap bisa menjadi motivasi para pemain Persedikab untuk menggapai target promosi ke kasta kedua Liga Indonesia.
“Cuma tetap pada akhirnya muara harus di tim kan. Ya semoga ini bisa sebagai lecutan dan motivasi. Cita-citanya tetap promosi dulu ke Liga 2,” harapnya.ind



