Tekan Prelevansi Stunting, PMT Bisa Disisihkan Dari Prodamas Plus

satuwarta.id – Untuk meningkatkan sinergitas dan dukungan dalam penanganan percepatan penurunan stunting ditingkat Kecamatan Kota, pada Selasa, (25/10/2022) Kecamatan Kota menggelar lokakarya Mini Penanganan Stunting Tingkat Kecamatan Kota tahun 2022. Salah satu yang dibahas adalah terkait Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Seperti diketahui pemberian makanan tambahan mampu menurunkan prevalensi atau proporsi stunting serta meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita. Dengan pemenuhan gizi pada ibu hamil saat dalam kandungan , perkembangan otak anak akan bagus. PMT sendiri bisa disisihkan dari Prodamas Plus, Dalam Prodamas setiap RT harus menyisihkan anggaran 1 hingga 2 juta untuk PMT. Hal ini bertujuan agar PMT yang diberikan kepada balita di Kota Kediri beragam dan bergizi.
Sebab anak-anak yang ada di Posyandu berada pada golden period dan membutuhkan asupan gizi seimbang agar tumbuh kembangnya optimal. “Gizi yang baik kepada anak tentu berdampak baik pula pada kualitas hidupnya,” tutur Camat Kota Aried Cholisudin.
Pencegahan stunting menjadi progam prioritas nasional dan wujud komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi emas di Indonesia tahun 2024 nanti. Kegiatan prioritas ini sesuai dengan arahan pemerintah yang telah diatur dalam Peraturan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) nomor 12 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024.
Lokakarya mini penanganan stunting yang dilakukan di Aula Kecamatan Kota ini dihadiri oleh Penyuluh KB Kecamatan Kota, Kepala Pukesmas Balowerti, Kowilut, Kowilsel, Ahli Gizi, Bidan, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan dan Kecamatan Kota, Ketua PKK Kecamatan Kota, serta Kabid KB DP3AP2KB Kota Kediri. tam



