Libatkan 90 Persen Model Lokal, KFBF 2024 Sesuaikan Konsep Tren Fashion Dunia

satuwarta.id – Setelah berhasil menggelar Ajang Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2023 lalu, kolaborasi antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri terus berlanjut. Kali ini kembali menggelar KFBF 2024 dengan konsep ruangan terbuka di Kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul, Sabtu (14/9/2024).
KFBF 2024 sendiri mengusung tema Kadhiri Tutur Wikara dengan melibatkan 3 genre yaitu kreator, maestro, dan crafter. Tema ini diangkat untuk menyapa generasi Z untuk bercerita tentang pertumbuhan, perkembangan, berkelanjutan atas era yang dihadapi oleh generasi Z.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, acara kolaborasi secara berkelanjutan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi para penghasil karya dan pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM).
“Ini yang menjadi perhatian. Perlu ada sikap. Salah satunya lahirlah KFBF,” kata Tutik.
Diketahui, KFBF di tahun keduanya ini mencoba memperluas jaringan baik pelaku usaha maupun penghasil karya. Seperti ada sekitar 50 batik, kain tenun, dan ecoprint yang tersebar di area fashion dan parade wastra di runway.
Istimewanya, KFBF 2024 menampilkan sekitar 41 koleksi fashion ready to wear dengan konsep Street Fashion, Daily Fashion, Activity Fashion, dan Sport Fashion. Hal ini telah didesain sedemikian rupa untuk menarik minat generasi Z terhadap produk kearifan lokal Kabupaten Kediri. Termasuk melibatkan 24 model, 2 muse dengan street runway sepanjang 75 meter.
Hal tersebut ditegaskan Konseptor KFBF 2024 Embran Nawawi, bahwa KFBF tahun ini digelar dengan menyesuaikan konsep tren fashion dunia di kalangan generasi Z. Dimana, kesempatan ini menjadi stimulus bagi pembatik di Kabupaten Kediri untuk bisa berkreasi masuk ke ranah fashion dunia.
“Tidak hanya ranah produksi biasa, tapi juga masuk ranah tren dunia,” ungkap Embran.
Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito menyebut ajang KFBF ini menjadi komitmen pemerintah daerah dalam mendukung hasil karya produk lokal di Bumi Panjalu. Pihaknya berharap melalui KFBF ini eksistensi IKM bisa terus berkembang ke tingkat internasional.
“Harapan ke depan IKM di Kabupaten Kediri lebih terinspirasi untuk melakukan ekspansi yang lebih luas,” terangnya.ind



