Ini Upaya Pemkab Kediri Hadapi Ketidakstabilan Harga Bahan Pokok di Awal Tahun

satuwarta.id – Memasuki awal tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Kediri terus melakukan pemantauan dan sejumlah upaya terkait dinamika harga bahan pokok yang kini berangsur turun.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Tutik Purwaningsih melalui Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan Distribusi dan Kerawanan Pangan Arbai menyampaikan, penurunan harga bahan pokok yang dimaksud itu menyusul adanya faktor cuaca dan berlangsungnya masa panen di wilayah Kediri.
“Kita sudah berkunjung ke beberapa wilayah di Kecamatan Plosoklaten, Pagu, Ngasem. Memang dalam beberapa bulan ini Kediri berpotensi panenan. Semoga kebutuhan di kediri sudah tercukupi.,” kata Arbai, Sabtu (6/1/2024).
Dikatakan Arbai, berlangsungnya panenan yang mulai meningkat itu memberikan dampak bagi pengiriman cabai hingga ke luar kota. Seperti ke Pasar Kramat Djati Jakarta.
Terlebih kini kondisi harga cabai yang mengalami penurunan cukup drastis yaitu cabai rawit berkisar Rp60 ribu/kg dan cabai kriting Rp40 ribu/kg. Sebelumnya harga cabai rawit mengalami kenaikan mencapai Rp90 ribu/kg.
“Sudah diangka stabil. Dalam arti untuk konsumen sudah terjangkau dan bagi penjual juga sudah menguntungkan,” imbuhnya.
Sementara, kondisi itu berbeda dengan harga beras yang saat ini disebut masih cukup tinggi atau sekitar Rp13.500/kg. Bahkan masih ada kecenderungan untuk naik.
Menyikapi hal itu, Arbai menyebutkan bahwa pemerintah daerah tengah berkomunikasi dengan Bulog sebagai distributor bahan pokok terkait upaya untuk menekan laju harga.
“Karena itu rencananya akan menyodorkan beras berjenis SPHP dengan harga Rp10.900/kg bagi 48 toko di Kabupaten Kediri,” jelas Arbai.
Selain memantau harga bahan pokok, Pemerintah Kabupaten Kediri juga tengah bekerjasama dengan Badan Pangan Nasional (BPN) dan Bulog terkait penyaluran bantuan pangan secara gratis kepada masyarakat yang memang membutuhkan. Setidaknya pemberian beras akan diserahkan sebesar 10 kg/orang.
“Semoga nanti ada manajemen yang bagus dengan BPN dan Bulog. Namun akan kita lihat lebih lanjut terkait bantuan itu, apakah masih dibutuhkan,” pungkasnya.
Adapun Pemerintah Kabupaten Kediri juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhenti melakukan pemborosan bahan pokok hingga menjadi hidangan makanan dalam rangka penghematan stok pangan di Kabupaten Kediri.ind



