HUT Kabupaten Kediri ke-1221, Air Suci dari 7 Sumber Akan Disatukan dalam Simbol Empat Arah

satuwarta.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kediri ke-1221 pada 25 Maret 2025, prosesi pengambilan air suci dari tujuh sumber mata air menjadi bagian dari tradisi yang dilaksanakan setiap tahunnya. Air dari ketujuh sumber tersebut kini berhasil dikumpulkan dan akan disatukan melambangkan empat arah mata angin.
Prosesi pengambilan air suci ini mencapai puncaknya di Sungai Harinjing, Desa Siman, Kecamatan Kepung, yang dipercaya sebagai punjer atau pusat lahirnya Kediri, sebagaimana tertulis dalam Prasasti Harinjing yang berasal dari tahun 804 Masehi. Sebelumnya, pengambilan air dari enam sumber lainnya telah dilakukan secara bertahap sejak Februari 2025.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo melalui Kepala Bidang Museum dan Purbakala Eko Priyatno menyampaikan, mata air di Desa Siman memiliki nilai historis, sehingga lokasi ini dipilih sebagai tempat terakhir dalam prosesi pengambilan air suci.
“Esensi dari peringatan hari jadi ini adalah, pertama, sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Kediri yang telah mencapai usia 1.221 tahun. Kedua, sebagai motivasi untuk terus membangkitkan semangat jati diri Kediri,” ujar Eko saat prosesi pengambilan air suci di Desa Siman, Senin (24/3/2025).
Selama kegiatan di Desa Siman, terdapat tiga lokasi utama yang menjadi bagian dari rangkaian prosesi, yakni Titik Nol Kediri, Prasasti Siman (Punden Mbah Gurit) yang merupakan bagian dari penemuan Prasasti Harinjing pada tahun 1913, serta pengambilan air dari Sungai Harinjing.
“Ketiga tempat ini memiliki keterkaitan erat dengan Prasasti Harinjing,” jelas Eko.
Lebih lanjut, setelah ketujuh sumber air suci terkumpul, prosesi dilanjutkan dengan penyatuan air hingga membentuk simbol empat arah dengan satu penjuru. Ritual ini menjadi simbol keseimbangan dan persatuan yang sejalan dengan tema peringatan HUT ke-1221 Sinergi dalam Bhinneka, Membangun Kediri Berbudaya.
“Harapannya, Kediri yang beragam ini dapat terus bersinergi dalam membangun kebudayaan dan kemajuan bersama,” tambahnya, sembari menyebut penyatuan akan dilakukan di Pendopo Panjalu Jayati pada 25 Maret 2025.
Adapun enam sumber air lainnya yang telah diambil sebelumnya berasal dari Sendang Kamulyan di Desa Krecek Badas, Sumber Kembangan di Desa Paron Ngasem, Sumur Makam Gus Miek di Desa Ngadi Mojo, Sumber Sugih Waras di Desa Dukuh Ngadiluwih, Situs Adipati Panjer di Desa Panjer Plosoklaten, serta Sendang Tirtakamandanu di Desa Menang Pagu.ind



