NEWS

Hasil Uji Sampel Air Ploso Lor Keluar, Cuma 1 Sumur Penuhi Standar Baku Mutu Air

satuwarta.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri merilis hasil awal uji laboratorium terhadap sampel air yang diduga tercemar di wilayah Ploso Lor, Kecamatan Mojoroto. Dari tujuh sampel air yang diperiksa, hanya satu yang dinyatakan memenuhi baku mutu berdasarkan standar higienis dan sanitasi. Sampel tersebut berasal dari sumur milik Sismanto, warga Desa Ploso Lor.

Hasil pengujian menunjukkan seluruh parameter kimia dalam sampel tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023.

Secara rinci, air dari sumur Sismanto memiliki nilai pH sebesar 6,80 (standar 6,5–8,5), kadar nitrat 0,21 mg/L (maksimal 20 mg/L), nitrit <0,001 mg/L (maksimal 3 mg/L), besi (Fe) terlarut 0,002 mg/L (maksimal 0,2 mg/L), mangan (Mn) terlarut 0,10 mg/L (maksimal 0,1 mg/L), dan krom valensi enam (Cr6+) <0,001 mg/L (maksimal 0,01 mg/L).

“Air dari sumur Pak Siswanto itu memenuhi semua baku mutu, layak untuk higienis dan sanitasi,” terang Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti, Senin (28/4/2025).

Sementara itu, lima sampel lainnya menunjukkan hasil bervariasi dan sebagian besar tidak memenuhi syarat baku mutu. Salah satunya milik Bintoro Edi. Dari enam parameter kimia yang diuji, hanya dua yang memenuhi syarat, yakni besi (Fe) terlarut sebesar 1,57 mg/L dan mangan (Mn) terlarut 10,1 mg/L, yang keduanya jauh melebihi ambang batas. Parameter lainnya, seperti pH, nitrat, nitrit, dan Cr6+, dinyatakan tidak memenuhi standar.

“Dari enam sumur lainnya, (parameternya) ada yang sebagian memenuhi syarat, ada juga yang tidak (memenuhi syarat),” tambah Putut.

Selain air, DLH juga melakukan uji sampel tanah. Seperti hasil kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) di lahan milik Bintoro Edi lebih tinggi dibandingkan dengan sampel dari area pembuangan limbah atau blotong. Namun, uji tanah ini hanya bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah, sehingga tidak dapat dijadikan pembanding dalam penentuan sumber pencemaran.

Putut Agung Subekti saat memaparkan hasil uji laboratorium

Lebih lanjut, Putut menegaskan, dengan hasil tersebut pihaknya kini belum bisa menyimpulkan sumber pencemaran secara pasti. Demikian pula dengan kesimpulan hasil uji laboratorium secara menyeluruh.

Putut menyebut, persoalan pencemaran ini masih membutuhkan kajian lebih mendalam. Untuk itu, pihaknya kini telah berkoordinasi dengan DLH Provinsi Jawa Timur guna mendapatkan analisa yang lebih spesifik.

“Kami belum bisa mengatakan (pencemaran) ini disebabkan karena apa. Tetapi kami koordinasi dengan dinas provinsi. Mereka punya tenaga pengawas. Nanti arahan provinsi seperti apa, kita ikuti,” pungkasnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close